Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-An'am : Ayat 82

"Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya (Azar), 'Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.' Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu ter-masuk orang-orang yang yakin. Ketika malam menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, 'Inilah Rabbku.' Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata, 'Saya tidak suka ke-pada yang tenggelam.' Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit, dia berkata, 'Inilah Rabbku.' Tetapi setelah bulan itu tenggelam, dia berkata, 'Sesungguhnya jika Rabbku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.' Kemu-dian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata, 'Inilah Rabbku, ini yang lebih besar,' maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata, 'Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Sesungguhnya aku meng-hadapkan diriku kepada (Rabb) yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukanNya.' Dan dia di-bantah oleh kaumnya. Dia berkata, 'Apakah kamu hendak mem-bantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah mem-beri petunjuk kepadaku. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Rabbku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Rabbku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (darinya)? (Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukanNya? Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?' Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Rabbmu Maha-bijaksana lagi Maha Mengetahui." (Al-An'am: 74-83).
Tafsir As-Sa'di
(82) Allah berfirman untuk memberi keputusan kepada ke-dua kelompok, ﴾ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ إِيمَٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ ﴿ "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keaman-an, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." Aman dari ketakutan, azab, dan kesengsaraan serta mendapatkan hidayah kepada jalan yang lurus. Jika mereka tidak mencampur iman dengan kezhaliman secara mutlak, baik itu syirik dan kemaksiatan, maka mereka mendapatkan rasa aman dan hidayah yang sempurna.
Jika mereka tidak mencampurnya dengan kesyirikan saja, na-mun mereka masih melakukan keburukan-keburukan, maka mereka mendapatkan pokok hidayah dan pokok rasa aman walaupun ke-sempurnaannya tidak tercapai. Pengertian dari ayat yang mulia ini adalah bahwa orang-orang yang tidak mencapai dua perkara itu, maka mereka juga tidak mendapatkan hidayah dan rasa aman. Akan tetapi bagian yang mereka dapatkan adalah kesesatan dan kesengsaraan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di