Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Mumtahinah : Ayat 1
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengam-bil musuhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan juga (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Rabbmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalanKu dan mencari keridhaanKu (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang-siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus. Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan mengumbar tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti(mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir. Karib kerabat dan anak-anakmu sekali-kali tiada bermanfaat bagimu pada Hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Sungguh telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, 'Sesung-guhnya kami berlepas diri (anti) dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.' Kecuali perka-taan Ibrahim kepada bapaknya, 'Sungguh aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari (siksaan) Allah terhadapMu.' (Ibrahim berkata), 'Ya Rabb kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Rabb kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Maha-bijaksana.' Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari kemudian. Dan ba-rangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. Mudah-mudahan Allah menimbul-kan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Mahakuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadi-kan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim." (Al-Mumtahanah: 1-9).
Tafsir As-Sa'di
(1) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman," maksudnya, lakukanlah tuntutan keimanan kalian de-ngan bersikap loyal terhadap orang yang menunaikan keimanan dan memusuhi orang yang memusuhinya, karena sesungguhnya ia adalah musuh Allah سبحانه وتعالى dan musuh orang-orang yang beriman, ﴾ لَا تَتَّخِذُواْ عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمۡ أَوۡلِيَآءَ تُلۡقُونَ إِلَيۡهِم بِٱلۡمَوَدَّةِ ﴿ "janganlah kamu mengambil mu-suhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang," maksudnya, bersegera dalam mencintai mereka dan melakukan sebab-sebabnya karena kecintaan itu jika tulus akan disertai oleh pertolongan dan sikap loyal, dengan demikian seorang hamba akan keluar dari keimanan dan termasuk dalam kalangan orang-orang kafir. Maksudnya, terpisah dari orang-orang yang beriman. Orang Mukmin yang menjadikan orang kafir sebagai penolong juga tidak memiliki harga diri, sebab bagaimana bisa menjadikan musuh se-bagai pemimpinnya yang hanya menghendaki keburukan baginya serta menentang Rabbnya dan para kekasihNya yang menghendaki kebaikan padanya dengan memerintahkan dan mendorong pada kebaikan.
Di antara faktor yang menyebabkan orang Mukmin memusuhi orang-orang kafir adalah karena orang-orang kafir mengingkari kebenaran yang dibawa oleh orang-orang Mukmin. Tidak ada pembangkangan yang lebih berat dari pengingkaran seperti ini. Karena mereka telah kufur dengan pangkal agama kalian, mereka mengira bahwa kalian berada dalam kesesatan, tidak berada di atas petunjuk, padahal sebenarnya merekalah yang kafir terhadap kebenaran yang tidak ada keraguannya. Siapa pun yang menolak kebenaran, maka mustahil baginya memiliki dalil atau hujjah atas kebenaran pandangannya. Bahkan hanya dengan mengetahui ke-benaran saja sudah bisa menunjukkan batilnya pandangan orang yang menolaknya.
Di antara puncak permusuhan mereka adalah ﴾ يُخۡرِجُونَ ٱلرَّسُولَ وَإِيَّاكُمۡ ﴿ "mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu," wahai orang-orang yang beriman dari kampung halaman kalian dan mengusir kalian dari negeri kalian, padahal kalian tidak bersalah selain hanya ka-rena kalian beriman ﴾ بِٱللَّهِ رَبِّكُمۡ ﴿ "kepada Allah, Rabbmu," Yang harus disembah oleh seluruh makhluk, karena Dia adalah Rabb mereka serta yang memberikan berbagai nikmat, baik yang lahir maupun yang batin. Dia-lah Allah سبحانه وتعالى. Ketika mereka berpaling dari hal ini yang merupakan kewajiban pertama dan utama sedangkan kalian menunaikannya, mereka pun memusuhi kalian dan mengusir ka-lian dari kampung halaman kalian karena keimanan. Lantas agama apa, harga diri yang mana serta akal mana yang masih tersisa bagi seorang hamba yang beriman yang menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong, yang seperti itulah sifat mereka di setiap waktu dan tempat. Tidak ada yang menghalangi mereka dari permusuhan itu selain rasa takut atau adanya penghalang yang kuat. ﴾ إِن كُنتُمۡ خَرَجۡتُمۡ جِهَٰدٗا فِي سَبِيلِي وَٱبۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِيۚ ﴿ "Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalanKu dan mencari keridhaanKu (janganlah kamu berbuat demikian)." Maksudnya, jika kalian pergi berniat untuk jihad di jalan Allah سبحانه وتعالى untuk menegakkan kalimat Allah سبحانه وتعالى serta mencari ridhaNya, maka ketahuilah tuntutan hal ini dengan bersikap loyal terhadap para kekasih Allah سبحانه وتعالى dan memusuhi para musuh Allah سبحانه وتعالى, karena inilah jihad di jalan Allah سبحانه وتعالى yang paling agung dan di antara salah satu amalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى dan mencari keridhaanNya.
﴾ تُسِرُّونَ إِلَيۡهِم بِٱلۡمَوَدَّةِ وَأَنَا۠ أَعۡلَمُ بِمَآ أَخۡفَيۡتُمۡ وَمَآ أَعۡلَنتُمۡۚ ﴿ "Kamu memberitahukan se-cara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan." Maksudnya, mengapa kalian menyembunyikan rasa kasih sayang terhadap orang-orang kafir padahal kalian me-ngetahui bahwa Allah سبحانه وتعالى mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan. Meskipun hal itu tidak diketahui oleh orang-orang yang beriman tapi tidak samar bagi Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى akan memberi balasan pada hamba-hambaNya berdasarkan amalan yang diperbuat, baik dan buruknya. ﴾ وَمَن يَفۡعَلۡهُ مِنكُمۡ ﴿ "Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya," yaitu loyal terhadap orang-orang kafir setelah diperingatkan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَقَدۡ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ ﴿ "maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus," karena ia me-nempuh jalan yang berseberangan dengan syariat, akal, dan harga diri kemanusiaan.
Di antara faktor yang menyebabkan orang Mukmin memusuhi orang-orang kafir adalah karena orang-orang kafir mengingkari kebenaran yang dibawa oleh orang-orang Mukmin. Tidak ada pembangkangan yang lebih berat dari pengingkaran seperti ini. Karena mereka telah kufur dengan pangkal agama kalian, mereka mengira bahwa kalian berada dalam kesesatan, tidak berada di atas petunjuk, padahal sebenarnya merekalah yang kafir terhadap kebenaran yang tidak ada keraguannya. Siapa pun yang menolak kebenaran, maka mustahil baginya memiliki dalil atau hujjah atas kebenaran pandangannya. Bahkan hanya dengan mengetahui ke-benaran saja sudah bisa menunjukkan batilnya pandangan orang yang menolaknya.
Di antara puncak permusuhan mereka adalah ﴾ يُخۡرِجُونَ ٱلرَّسُولَ وَإِيَّاكُمۡ ﴿ "mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu," wahai orang-orang yang beriman dari kampung halaman kalian dan mengusir kalian dari negeri kalian, padahal kalian tidak bersalah selain hanya ka-rena kalian beriman ﴾ بِٱللَّهِ رَبِّكُمۡ ﴿ "kepada Allah, Rabbmu," Yang harus disembah oleh seluruh makhluk, karena Dia adalah Rabb mereka serta yang memberikan berbagai nikmat, baik yang lahir maupun yang batin. Dia-lah Allah سبحانه وتعالى. Ketika mereka berpaling dari hal ini yang merupakan kewajiban pertama dan utama sedangkan kalian menunaikannya, mereka pun memusuhi kalian dan mengusir ka-lian dari kampung halaman kalian karena keimanan. Lantas agama apa, harga diri yang mana serta akal mana yang masih tersisa bagi seorang hamba yang beriman yang menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong, yang seperti itulah sifat mereka di setiap waktu dan tempat. Tidak ada yang menghalangi mereka dari permusuhan itu selain rasa takut atau adanya penghalang yang kuat. ﴾ إِن كُنتُمۡ خَرَجۡتُمۡ جِهَٰدٗا فِي سَبِيلِي وَٱبۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِيۚ ﴿ "Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalanKu dan mencari keridhaanKu (janganlah kamu berbuat demikian)." Maksudnya, jika kalian pergi berniat untuk jihad di jalan Allah سبحانه وتعالى untuk menegakkan kalimat Allah سبحانه وتعالى serta mencari ridhaNya, maka ketahuilah tuntutan hal ini dengan bersikap loyal terhadap para kekasih Allah سبحانه وتعالى dan memusuhi para musuh Allah سبحانه وتعالى, karena inilah jihad di jalan Allah سبحانه وتعالى yang paling agung dan di antara salah satu amalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى dan mencari keridhaanNya.
﴾ تُسِرُّونَ إِلَيۡهِم بِٱلۡمَوَدَّةِ وَأَنَا۠ أَعۡلَمُ بِمَآ أَخۡفَيۡتُمۡ وَمَآ أَعۡلَنتُمۡۚ ﴿ "Kamu memberitahukan se-cara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan." Maksudnya, mengapa kalian menyembunyikan rasa kasih sayang terhadap orang-orang kafir padahal kalian me-ngetahui bahwa Allah سبحانه وتعالى mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan. Meskipun hal itu tidak diketahui oleh orang-orang yang beriman tapi tidak samar bagi Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى akan memberi balasan pada hamba-hambaNya berdasarkan amalan yang diperbuat, baik dan buruknya. ﴾ وَمَن يَفۡعَلۡهُ مِنكُمۡ ﴿ "Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya," yaitu loyal terhadap orang-orang kafir setelah diperingatkan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَقَدۡ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ ﴿ "maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus," karena ia me-nempuh jalan yang berseberangan dengan syariat, akal, dan harga diri kemanusiaan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di