Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Munafiqun : Ayat 4
"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, 'Kami bersaksi bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.' Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar RasulNya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguh-nya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka meng-halangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti. Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata, kamu mende-ngarkan perkataan mereka. Mereka seakan-akan kayu yang ter-sandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras di-tujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenar-an)? Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu,' mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri. Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (Al-Munafiqun: 1-6).
Tafsir As-Sa'di
(4) ﴾ وَإِذَا رَأَيۡتَهُمۡ تُعۡجِبُكَ أَجۡسَامُهُمۡۖ ﴿ "Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum," karena kekar dan kuat-nya, ﴾ وَإِن يَقُولُواْ تَسۡمَعۡ لِقَوۡلِهِمۡۖ ﴿ "dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka," maksudnya, karena kepandaian mereka dalam berbicara, engkau merasa enak mendengar perkataan mereka. Per-kataan dan penampilan tubuh mereka membuat kalian kagum. Tapi di balik itu tidak ada akhlak baik dan petunjuk baik sama sekali, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ كَأَنَّهُمۡ خُشُبٞ مُّسَنَّدَةٞۖ ﴿ "Mereka seakan-akan kayu yang tersandar," yang tidak ada manfaatnya dan hanya menim-bulkan mudarat. ﴾ يَحۡسَبُونَ كُلَّ صَيۡحَةٍ عَلَيۡهِمۡۚ ﴿ "Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka." Hal itu disebabkan ka-rena sifat pengecut, takut, lemah dan ragunya hati mereka, mereka khawatir rahasia mereka terbongkar. Mereka itu adalah ﴾ ٱلۡعَدُوُّ ﴿ "musuh" yang sebenarnya, karena musuh yang nampak dan bisa dibedakan itu lebih ringan daripada musuh yang tidak dapat di-rasakan keberadaannya. Musuh semacam ini adalah penipu dan pembuat makar. Ia mengira sebagai penolong padahal ia adalah musuh yang nyata. ﴾ فَٱحۡذَرۡهُمۡۚ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُۖ أَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ ﴿ "Maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)." Maksudnya bagaimanakah me-reka bisa dipalingkan dari agama Islam setelah bukti-bukti nyata kokoh, setelah tanda-tandanya tegas terhadap kekafiran yang hanya membuahkan kerugian dan kesengsaraan bagi mereka.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di