Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Munafiqun : Ayat 6
"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, 'Kami bersaksi bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.' Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar RasulNya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguh-nya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka meng-halangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti. Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata, kamu mende-ngarkan perkataan mereka. Mereka seakan-akan kayu yang ter-sandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras di-tujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenar-an)? Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu,' mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri. Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (Al-Munafiqun: 1-6).
Tafsir As-Sa'di
(6) Inilah di antara kelembutan dan anugerah kehormatan Allah سبحانه وتعالى terhadap RasulNya, karena orang-orang munafik tidak mendatangi Rasulullah a untuk dimintakan ampunan, karena ﴾ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "sama saja bagi mereka," apakah engkau memintakan ampunan untuk mereka atau tidak ﴾ لَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡۚ ﴿ "Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka." Hal itu disebabkan karena mereka adalah kaum fasik, keluar dari jalur ketaatan, lebih memilih ke-kufuran daripada keimanan. Karena itu permintaan ampunan Rasulullah a, andai Rasulullah a memintakan ampunan untuk mereka, tidak berguna sama sekali. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى,
﴾ ٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ أَوۡ لَا تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ إِن تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ سَبۡعِينَ مَرَّةٗ فَلَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡۚ ﴿
"Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohon-kan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohon-kan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun bagi mereka." (At-Taubah: 80).
﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ ﴿ "Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."
﴾ ٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ أَوۡ لَا تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ إِن تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ سَبۡعِينَ مَرَّةٗ فَلَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡۚ ﴿
"Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohon-kan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohon-kan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun bagi mereka." (At-Taubah: 80).
﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ ﴿ "Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di