Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Mulk : Ayat 29

"Ketika mereka melihat azab (pada Hari Kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikata-kan (kepada mereka), 'Inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.' Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama denganku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?' Katakanlah, 'Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang, kami beriman kepadaNya dan kepadaNya-lah kami bertawakal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah dia yang berada dalam kesesatan yang nyata.' Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika sumber airmu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?'" (Al-Mulk: 27-30).
Tafsir As-Sa'di
(29) Di antara perkataan mereka menyatakan, bahwa me-reka berada di atas petunjuk sedangkan Rasulullah a berada di atas kesesatan. Mereka mengulang-ulang hal itu dan senantiasa seperti itu. Mereka pun berdebat dan berperang karena hal itu. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan NabiNya untuk memberitahu-kan tentang kondisinya dan kondisi para pengikutnya, dengan pemberitahuan itu, masing-masing orang akan terlihat jelas petun-juknya, yaitu mereka mengatakan, ﴾ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيۡهِ تَوَكَّلۡنَاۖ ﴿ "Kami beriman kepadaNya dan kepadaNya-lah kami bertawakal." Iman mencakup pembenaran batin dan amalan lahir batin. Mengingat kualitas dan kesempurnaan amalan tergantung pada tawakal, maka Allah سبحانه وتعالى mengistimewakan tawakal di antara berbagai amalan. Jika pun tidak demikian, tawakal tetap termasuk dalam keimanan dan termasuk salah satu konsekuensinya. Ini sejalan dengan Firman Allah سبحانه وتعالى,
﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ 23 ﴿
"Dan hanya kepada Allah-lah hendaknya kalian bertawakal jika kalian memang orang-orang yang beriman." (Al-Ma`idah: 23).
Karena seperti inilah kondisi Rasulullah a dan orang-orang yang bersamanya, kondisi yang mengharuskan mereka mendapat-kan keberuntungan dan kebahagiaan. Sedangkan kondisi para musuh Rasulullah a adalah sebaliknya. Mereka tidak memiliki keimanan dan tawakal. Dengan demikian dapat diketahui siapa yang berada di atas petunjuk dan siapa yang berada di atas kese-satan yang nyata.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di