Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Haqqah : Ayat 44

Tafsir As-Sa'di
"Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat. Sesungguhnya al-Qur`an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia. Dan al-Qur`an itu bukanlah perkataan penyair. Sedi-kit sekali kamu beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Rabb semesta alam. Sean-dainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantung-nya. Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. Dan sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Dan sesungguhnya Kami benar-benar menge-tahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakannya. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat). Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar kebenaran yang diyakini. Maka bertasbihlah de-ngan (menyebut) Nama Rabbmu Yang Mahabesar." (Al-Haqqah: 38-52).

(44-47) Sesungguhnya ﴾ وَلَوۡ تَقَوَّلَ ﴿ "seandainya dia (Muhammad) mengadakan perkataan" atas nama Allah dan mengadakan kebo-hongan pada ﴾ بَعۡضَ ٱلۡأَقَاوِيلِ ﴿ "sebagian perkataan" yang dusta, ﴾ لَأَخَذۡنَا مِنۡهُ بِٱلۡيَمِينِ 45 ثُمَّ لَقَطَعۡنَا مِنۡهُ ٱلۡوَتِينَ 46 ﴿ "niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya." Yaitu urat yang bersambung dengan hati, apabila ia terputus, nis-caya manusia akan binasa disebabkannya. Seandainya ditakdirkan bahwa Rasulullah –dan hal ini tidak mungkin- mengadakan perka-taan dusta atas nama Allah, niscaya Dia akan menyegerakan azab untuk beliau, dan menghukum beliau sebagaimana hukuman Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mampu, karena Dia Mahabijaksana dan Mampu melakukan segala sesuatu.
HikmahNya menuntut agar tidak memberi waktu tangguh kepada orang yang berdusta atas namaNya yang mengklaim bahwa Allah membolehkan untuknya darah dan harta dari orang-orang yang menyelisihi mereka, dan (mengklaim) bahwa dia dan pengi-kutnya mendapatkan keselamatan sedangkan yang menyelisihinya mendapatkan kebinasaan. Maka apabila Allah telah mengukuhkan RasulNya dengan bukti-bukti yang nyata berupa mukjizat-mukjizat dan menolong beliau dalam menghadapi para musuh serta mem-berikan kemampuan kepada beliau menundukkan mereka, maka itu merupakan kesaksian terbesar dari Allah atas risalahnya.
Dan FirmanNya, ﴾ فَمَا مِنكُم مِّنۡ أَحَدٍ عَنۡهُ حَٰجِزِينَ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kalian yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu." Maksudnya, kalau Allah hendak membinasakan beliau, niscaya dia sendiri tidak akan mampu mencegahnya dan tidak ada seorang pun yang kuasa mencegahnya dari azab Allah.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di