Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-A'raf : Ayat 60

"Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata, 'Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada tuhan bagimu selainNya.' Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (Kiamat)." (Al-A'raf: 59).
"Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata, 'Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.' Nuh menjawab, 'Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah utusan dari Rabb semesta alam. Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku dan aku memberi nasihat ke-padamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ke-tahui. Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Rabbmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepada-mu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu men-dapat rahmat.' Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bah-tera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)."(Al-'Araf: 60-64).
Tafsir As-Sa'di
(60) Manakala Nuh mengatakan itu kepada mereka, mereka menjawabnya dengan jawaban terburuk, ﴾ قَالَ ٱلۡمَلَأُ مِن قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata." Yakni orang-orang kaya, para pemim-pin yang diikuti yang telah terbiasa menyombongkan diri di depan kebenaran dan pembangkangan kepada para rasul, ﴾ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴿ "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata." Mereka tidak merasa cukup –semoga Allah menjelek-kan mereka– hanya dengan pembangkangan. Bahkan lebih dari itu, mereka menyombongkan diri dari tunduk kepadanya. Mereka men-celanya dengan celaan yang paling pedas. Mereka menisbatkannya kepada kesesatan. Tidak sebatas sesat, lebih dari itu mereka menya-takannya dengan kesesatan yang nyata lagi jelas bagi siapa pun. Ini termasuk bentuk kesombongan diri yang paling besar yang tidak akan dilakukan oleh orang yang paling lemah akalnya sekalipun. Justru kriteria ini pas benar untuk kaum Nuh, yang mendatangi berhala-berhala yang mereka bikin dan mereka bentuk dengan tangan mereka dari benda mati yang tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat dan tidak berguna sedikit pun, tetapi mereka mem-posisikannya sebagai pencipta langit. Kepada berhala-berhala itu mereka memberikan berbagai macam ibadah. Sekiranya mereka tidak memiliki akal yang dengannya hujjah Allah tegak atas mereka, niscaya mereka dinyatakan lebih sesat daripada orang-orang gila. Justru orang-orang gila itu lebih berakal dan lebih mendapatkan petunjuk daripada mereka.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di