Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-A'raf : Ayat 66

"Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Ad saudara me-reka, Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada tuhan bagimu (yang berhak disembah) selainNya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepadaNya?' Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata, 'Sesungguhnya kami benar-benar me-mandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta.' Hud berkata, 'Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah utusan dari Rabb semesta alam'." (Al-A'raf: 65-67).
"'Aku menyampaikan amanat-amanat Rabbku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu.' Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringa-tan dari Rabbmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu. Dan ingatlah oleh kamu seka-lian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Rabb telah me-lebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Mereka berkata, 'Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? Maka datang-kanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu terma-suk orang-orang yang benar." (Al-A'raf: 68-70).
"Ia berkata, 'Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Rabbmu.' Apakah kamu sekalian hendak ber-bantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu dan nenekmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menu-runkan hujjah untuk itu. Maka tunggulah (azab itu), sesungguh-nya aku juga termasuk orang yang menunggu bersama kamu. Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya de-ngan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman." (Al-A'raf: 71-72).
Tafsir As-Sa'di
(66) Tetapi mereka tidak tunduk dan menyambut baik ﴾ قَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata", membantah ajakannya dan mencela pendapatnya, ﴾ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِي سَفَاهَةٖ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta." Yakni kami tidak melihatmu melainkan orang yang bodoh dan tidak berakal. Menurut kami ka-mu termasuk orang-orang yang berdusta. Hakikat kebenaran bagi mereka telah terbalik dan kebodohan telah menguasai mereka, di mana mereka menuduh Nabi mereka dengan kriteria yang justru merekalah yang memilikinya, sementara dia adalah orang yang pa-ling jauh darinya. Mereka itulah pendusta sebenarnya. Kebodohan mana yang lebih besar daripada orang yang menyambut kebenaran paling benar dengan penolakan dan pengingkaran, dan menyom-bongkan diri kepada para pembimbing dan para pemberi nasihat. Hati dan fisik mereka tunduk kepada setan yang durhaka, meletak-kan ibadah tidak pada tempatnya. Dia menyembah pohon dan batu yang tidak berguna sedikit pun. Adakah dusta yang lebih berat da-ripada orang yang menisbatkan perkara-perkara ini kepada Allah?
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di