Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-A'raf : Ayat 74
"Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shalih. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selainNya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Rabbmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih. Dan ingatlah olehmu di waktu Allah menjadikan kamu pengganti-peng-ganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Ad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan." (Al-A'raf: 73-74).
"Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaum-nya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, 'Tahukah kamu bahwa Shalih diutus (menjadi rasul) oleh Rabbnya?' Mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shalih diutus untuk menyam-paikannya.' Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, 'Se-sungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.' Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Rabb. Dan mereka berkata, 'Hai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).' Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. Maka Shalih meninggalkan mereka seraya berkata, 'Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Rabb-ku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat'." (Al-A'raf: 75- 79).
"Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaum-nya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, 'Tahukah kamu bahwa Shalih diutus (menjadi rasul) oleh Rabbnya?' Mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shalih diutus untuk menyam-paikannya.' Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, 'Se-sungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.' Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Rabb. Dan mereka berkata, 'Hai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).' Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. Maka Shalih meninggalkan mereka seraya berkata, 'Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Rabb-ku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat'." (Al-A'raf: 75- 79).
Tafsir As-Sa'di
(74) ﴾ وَٱذۡكُرُوٓاْ إِذۡ جَعَلَكُمۡ خُلَفَآءَ ﴿ "Dan ingatlah olehmu di waktu Rabb menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa)", di bumi, yang padanya kamu bersenang-senang dan meraih keinginanmu. ﴾ مِنۢ بَعۡدِ عَادٖ ﴿ "sesudah kaum 'Ad", yang telah dibinasakan oleh Allah lalu Allah menjadikanmu pengganti sesudah mereka. ﴾ وَبَوَّأَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "dan memberikan tempat bagimu di bumi." Yakni mengizinkanmu hidup padanya dan memudahkan sarana-sarana yang dengannya kamu meraih apa yang kamu inginkan dan kamu perlukan. ﴾ تَتَّخِذُونَ مِن سُهُولِهَا قُصُورٗا ﴿ "Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar." Yakni tanah-tanah datar yang bukan gunung, dan di sana kamu membangun istana-istana. Dan dari gunung-gunung kamu mema-hatnya untuk kamu jadikan[70] sebagai rumah, sebagai-mana ia bisa dilihat sampai sekarang, peninggalan-peninggalan mereka di gu-nung yang ada di Hijr dan sekelilingnya. Ia tetap ada selama gunung itu ada. ﴾ فَٱذۡكُرُوٓاْ ءَالَآءَ ٱللَّهِ ﴿ "Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah", yakni berupa karunia, rizki, serta kekuatan yang diberikanNya kepada-mu. ﴾ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan." Yakni jangan kamu menghancurkan bumi dengan kerusakan dan kemaksiatan, karena kemaksiatan dapat merubah negeri-negeri yang makmur menjadi kubangan keseng-saraan, negeri-negeri itu telah sepi dari penduduknya, sehingga suasananya pun mencekam dan menakutkan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di