Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Ma'arij : Ayat 14

Tafsir As-Sa'di
"Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak. Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan). Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya, padahal mereka saling melihat. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan istrinya dan saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia), dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang berge-jolak, yang mengelupaskan kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama), serta me-ngumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya." (Al-Ma'arij: 8-18).

(10-14) Bila huru-hara dan kondisi genting ini dialami oleh makhluk besar dan kuat, lantas bagaimana engkau membayang-kannya terhadap manusia lemah yang punggungnya diperberat oleh berbagai kesalahan dan dosa? Bukankah hatinya akan terlepas dan akalnya akan tergoncang dan tidak akan sempat memikirkan orang lain? Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَا يَسۡـَٔلُ حَمِيمٌ حَمِيمٗا 10 يُبَصَّرُونَهُمۡۚ ﴿ "Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya, padahal mereka saling melihat," yakni teman akrab melihat temannya tapi hatinya tidak memungkinkannya untuk bertanya tentang kondisi-nya dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan rasa cinta mereka; yang ada dalam benaknya hanyalah diri pribadi. ﴾ يَوَدُّ ٱلۡمُجۡرِمُ ﴿ "Orang kafir ingin," yakni orang kafir yang berhak men-dapatkan azab, ﴾ لَوۡ يَفۡتَدِي مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِئِذِۭ بِبَنِيهِ 11 وَصَٰحِبَتِهِۦ وَأَخِيهِ 12 وَفَصِيلَتِهِ ﴿ "kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan istrinya dan saudaranya, dan kaum familinya," yakni kera-batnya, ﴾ ٱلَّتِي تُـٔۡوِيهِ ﴿ "yang melindunginya (di dunia)," yakni seperti biasa terjadi di dunia untuk saling menolong dan membantu satu sama lain. Pada Hari Kiamat, tidak seorang pun yang bisa menolong lain-nya dan tidak ada seorang pun yang bisa memberi syafa'at kecuali atas izin Allah سبحانه وتعالى. Bahkan jika pun orang berdosa yang berhak mendapatkan siksa menebus siksaan dengan seluruh yang ada di bumi agar bisa selamat dari siksaan tersebut, hal itu tidak berguna baginya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di