Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Ma'arij : Ayat 19

Tafsir As-Sa'di
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah, dan apa-bila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempu-nyai apa-apa (yang tidak mau meminta), dan orang-orang yang mempercayai Hari Pembalasan, dan orang-orang yang takut ter-hadap azab Rabbnya. Karena sesungguhnya azab Rabb mereka tidak dapat dirasa aman (dari kedatangannya). Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan." (Al-Ma'arij: 19-35).

(19-21) Ini adalah sifat manusia yang esensial. Allah سبحانه وتعالى menggambarkan karakter asli manusia dengan sifat berkeluh kesah. Sifat keluh kesah dijelaskan oleh FirmanNya, ﴾ إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعٗا ﴿ "Apa-bila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah," manusia berkeluh kesah manakala ditimpa kemiskinan, penyakit, atau hilangnya benda-benda yang dicintai, seperti hilangnya harta, meninggalnya keluar-ga atau anak, tidak bersabar dan merelakan takdir Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَإِذَا مَسَّهُ ٱلۡخَيۡرُ مَنُوعًا ﴿ "Dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir," tidak menginfakkan sebagian yang diberikan Allah سبحانه وتعالى , tidak bersyukur kepada Allah سبحانه وتعالى atas nikmat dan kebaikanNya sehingga manusia bersikap keluh kesah dalam kesusahan dan bersifat kikir ketika berbahagia.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di