Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Ma'arij : Ayat 32
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah, dan apa-bila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempu-nyai apa-apa (yang tidak mau meminta), dan orang-orang yang mempercayai Hari Pembalasan, dan orang-orang yang takut ter-hadap azab Rabbnya. Karena sesungguhnya azab Rabb mereka tidak dapat dirasa aman (dari kedatangannya). Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan." (Al-Ma'arij: 19-35).
Tafsir As-Sa'di
(32) ﴾ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ﴿ "Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya," yakni, menjaga dan memeliharanya serta berusaha dengan sekuat tenaga untuk menu-naikan dan memenuhinya. Ini mencakup seluruh amanat antara hamba dengan Rabbnya seperti tugas-tugas syariat rahasia yang hanya diketahui Allah سبحانه وتعالى semata. Serta amanat-amanat antara hamba dan makhluk lain dalam kaitannya dengan harta dan raha-sia. Perjanjian yang dimaksudkan juga mencakup perjanjian yang dibuat oleh Allah dan perjanjian yang dibuat untuk makhluk atas Allah سبحانه وتعالى, sebab manusia akan dimintai pertanggungan jawab atas janjinya, apakah ia menunaikan dan memenuhinya ataukah seba-liknya dengan menolak dan mengkhianatinya serta tidak menu-naikannya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di