Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Nuh : Ayat 22

Tafsir As-Sa'di
"Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan), 'Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.' Nuh berkata, 'Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu, (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, niscaya Allah akan mengampuni seba-gian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui.' Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mangampuni mereka, mereka memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinganya dan menutup-kan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan. Kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan te-rang-terangan dan dengan diam-diam, maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anak-mu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah. Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat. Dan Allah menciptakan padanya bulan seba-gai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita. Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (dari padanya pada Hari Kiamat) dengan sebenar-benarnya. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu.' Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku, dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak me-nambah kepadanya melainkan kerugian belaka, dan melakukan tipu daya yang amat besar.' Dan mereka berkata, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) terhadap sesembahan-sesembahan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) terhadap wadd, dan jangan pula suwa,' yaghuts, ya'uq dan nasr,' dan sesudahnya mereka telah menyesatkan keba-nyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kesesatan. Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi me-reka selain dari Allah. Nuh berkata, 'Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hambaMu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir. Ya Rabbku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan'." (Nuh: 1-28).

(21-24) ﴾ قَالَ نُوحٞ ﴿ "Nabi Nuh berkata" seraya mengadu pada Rabbnya bahwa perkataan, nasihat, dan peringatan ini tidak ber-guna bagi mereka, ﴾ رَّبِّ إِنَّهُمۡ عَصَوۡنِي ﴿ "Ya Rabbku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku" dalam perintahku, ﴾ وَٱتَّبَعُواْ مَن لَّمۡ يَزِدۡهُ مَالُهُۥ وَوَلَدُهُۥٓ إِلَّا خَسَارٗا ﴿ "dan (mereka justru) mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anak-nya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka." Yakni, me-reka mendurhakai seorang rasul yang memberi nasihat dan petun-juk pada kebaikan, tapi mereka justru mengikuti golongan besar dan para pembesar yang hanya semakin membuat harta dan anak-anak mereka rugi (binasa dan tidak mendapatkan keuntungan), lantas bagaimana dengan orang yang mereka patuhi dan taati itu sendiri? ﴾ وَمَكَرُواْ مَكۡرٗا كُبَّارٗا ﴿ "Dan melakukan tipu daya yang amat besar," yaitu tipu daya besar dan hebat dalam menentang kebenaran. Para pembesar kaum berkata menyeru pada kesyirikan dan menghiasi-nya, ﴾ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ ﴿ "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) terhadap sesembahan-sesembahan kamu." Mereka menyeru sesama mereka untuk bersikap fanatis di atas kesyirikan dan agar mereka tidak meninggalkan kebiasaan nenek moyang mereka terdahulu, mereka menentukan tuhan-tuhan mereka seraya berkata,﴾ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا ﴿ "Dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwa,' yaghuts, ya'uq dan nasr." Ini sebenarnya adalah nama-nama orang shalih, dan ketika mereka meninggal dunia, setan menghiasi kaum mereka agar membuat patung mereka demi menyulut semangat mereka untuk beribadah ketika melihat patung-patung itu sesuai anggapan mereka. Masa pun berlalu dan datanglah generasi lain, setan berkata kepada me-reka, "Para pendahulu kalian menyembah mereka dan menjadikan mereka sebagai perantara, dengan mereka para pendahulu kalian meminta hujan, mereka menyembah patung-patung itu." Karena itulah, para pemimpin mereka berpesan untuk tidak meninggalkan penyembahan berhala-berhala ini, ﴾ وَقَدۡ أَضَلُّواْ كَثِيرٗاۖ ﴿ "dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia)," yakni para pembesar dan pemimpin menyesatkan dengan seruan mereka pada keba-nyakan orang. ﴾ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا ضَلَٰلٗا ﴿ "Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kesesatan," yakni, andaikan kesesatan mereka pada saat aku menyeru mereka pada kebenaran ada kebaikannya, tapi seruan para pembesar itu hanya semakin menyesatkan. Tidak tersisa satu tempat pun untuk keselamatan dan kebaikan mereka.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di