Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Muddaththir : Ayat 51
Tafsir As-Sa'di
"Sekali-kali tidak, demi bulan, dan malam ketika telah ber-lalu, dan Shubuh apabila mulai terang. Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia. (Yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, 'Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?' Mereka menjawab, 'Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang-orang miskin, dan kami membicarakan hal-hal yang batil bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan kami mendustakan Hari Pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.' Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at. Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah), seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa. Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepa-danya lembaran-lembaran yang terbuka? Sekali-kali tidak. Sebe-narnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat. Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya al-Qur`an itu adalah peringatan. Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran darinya (al-Qur`an). Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Rabb Yang patut (kita) bertakwa kepadaNya dan berhak memberi ampun." (Al-Muddatstsir: 32-56).
(49-53) Saat Allah سبحانه وتعالى menjelaskan akibat orang-orang yang menentang dan menjelaskan apa yang Allah سبحانه وتعالى lakukan pada mereka, Allah سبحانه وتعالى melanjutkannya dengan celaan terhadap orang-orang yang ada seraya berfirman, ﴾ فَمَا لَهُمۡ عَنِ ٱلتَّذۡكِرَةِ مُعۡرِضِينَ ﴿ "Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)," meng-halangi dan melalaikannya, ﴾ كَأَنَّهُمۡ ﴿ "seakan-akan mereka itu," karena amat kencangnya lari dari kebenaran ﴾ حُمُرٞ مُّسۡتَنفِرَةٞ ﴿ "keledai liar yang lari terkejut," yakni keledai liar lari, yang masing-masing membuat lari yang lain sehingga lari mereka semakin kencang, ﴾ فَرَّتۡ مِن قَسۡوَرَةِۭ ﴿ "lari dari singa," yakni dari pemburu, pemanah yang mengingin-kannya atau dari singa dan lainnya. Ini adalah cara berpaling dari kebenaran yang paling dahsyat. Di samping lari dan berpaling seperti ini, mereka mengklaim beberapa hal besar, ﴾ كُلُّ ﴿ "masing-masing" dari mereka ﴾ مِّنۡهُمۡ أَن يُؤۡتَىٰ صُحُفٗا مُّنَشَّرَةٗ ﴿ "berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka," turun dari langit padanya dan mengklaim bahwa tidak akan ada yang tunduk kepada kebe-naran kecuali dengan lembaran-lembaran itu. Mereka berdusta. Andai pun seluruh tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى tiba, niscaya mereka tidak akan beriman hingga mereka mendapatkan siksaan yang pedih. Sebab mereka telah kedatangan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang jelas yang menjelaskan kebenaran. Andai pada diri mereka terdapat kebaikan, pasti mereka beriman, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ كـَلَّاۖ ﴿ "Sekali-kali tidak," yakni, Kami tidak memberi apa yang mereka inginkan, mereka hanya ingin memperlemah dengan permintaan itu, ﴾ بَل لَّا يَخَافُونَ ٱلۡأٓخِرَةَ ﴿ "bahkan sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat," sebab andai mereka takut pada Hari Akhirat, tentu apa yang menimpa mereka tidak berlaku.
(49-53) Saat Allah سبحانه وتعالى menjelaskan akibat orang-orang yang menentang dan menjelaskan apa yang Allah سبحانه وتعالى lakukan pada mereka, Allah سبحانه وتعالى melanjutkannya dengan celaan terhadap orang-orang yang ada seraya berfirman, ﴾ فَمَا لَهُمۡ عَنِ ٱلتَّذۡكِرَةِ مُعۡرِضِينَ ﴿ "Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)," meng-halangi dan melalaikannya, ﴾ كَأَنَّهُمۡ ﴿ "seakan-akan mereka itu," karena amat kencangnya lari dari kebenaran ﴾ حُمُرٞ مُّسۡتَنفِرَةٞ ﴿ "keledai liar yang lari terkejut," yakni keledai liar lari, yang masing-masing membuat lari yang lain sehingga lari mereka semakin kencang, ﴾ فَرَّتۡ مِن قَسۡوَرَةِۭ ﴿ "lari dari singa," yakni dari pemburu, pemanah yang mengingin-kannya atau dari singa dan lainnya. Ini adalah cara berpaling dari kebenaran yang paling dahsyat. Di samping lari dan berpaling seperti ini, mereka mengklaim beberapa hal besar, ﴾ كُلُّ ﴿ "masing-masing" dari mereka ﴾ مِّنۡهُمۡ أَن يُؤۡتَىٰ صُحُفٗا مُّنَشَّرَةٗ ﴿ "berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka," turun dari langit padanya dan mengklaim bahwa tidak akan ada yang tunduk kepada kebe-naran kecuali dengan lembaran-lembaran itu. Mereka berdusta. Andai pun seluruh tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى tiba, niscaya mereka tidak akan beriman hingga mereka mendapatkan siksaan yang pedih. Sebab mereka telah kedatangan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang jelas yang menjelaskan kebenaran. Andai pada diri mereka terdapat kebaikan, pasti mereka beriman, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ كـَلَّاۖ ﴿ "Sekali-kali tidak," yakni, Kami tidak memberi apa yang mereka inginkan, mereka hanya ingin memperlemah dengan permintaan itu, ﴾ بَل لَّا يَخَافُونَ ٱلۡأٓخِرَةَ ﴿ "bahkan sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat," sebab andai mereka takut pada Hari Akhirat, tentu apa yang menimpa mereka tidak berlaku.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di