Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Qiyamah : Ayat 27

Tafsir As-Sa'di
"Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mende-sak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya), 'Siapa-kah yang dapat menyembuhkanmu.' Dan dia yakin bahwa sesung-guhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dihalau. Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan al-Qur`an) dan tidak mau mengerjakan shalat, tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran), kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong). Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu, kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu. Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? Bukankah dia dahulu dari setetes mani yang ditumpah-kan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?" (Al-Qiyamah: 26-40).

(26-30) Allah سبحانه وتعالى memberi petuah kepada para hambaNya dengan menyebutkan orang yang kedatangan ajal, ketika ia sedang dalam keadaan berbaring dan ruhnya telah mencapai ﴾ ٱلتَّرَاقِيَ ﴿ "ke-rongkongan," yaitu tulang tempat lubang kerongkongan, yang pada saat itu bencana kian dahsyat, ia mencari segala cara dan sebab yang dikira bisa menyembuhkan dan memberi kenikmatan. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٖ ﴿ "Dan dikatakan (kepadanya), 'Siapa-kah yang dapat menyembuhkanmu'," yakni, siapa yang meruqyahnya, karena angan-angannya sudah terputus dari berbagai sebab normal, ia pun bergantung pada sebab-sebab ilahiyah. Sayangnya, bila ketentuan dan takdir telah dipastikan dan berlaku, tidak ada yang bisa menangkalnya. ﴾ وَظَنَّ أَنَّهُ ٱلۡفِرَاقُ ﴿ "Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia)," berpisah dengan dunia, ﴾ وَٱلۡتَفَّتِ ٱلسَّاقُ بِٱلسَّاقِ ﴿ "dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan)," yakni segala musibah menyatu dan bertaut, masalah kian membesar, bencana kian memuncak serta menginginkan agar ruh yang menyatu de-ngan raga berpisah tapi ruh tetap saja ada bersamanya. Kemudian ia digiring menuju Allah سبحانه وتعالى agar seluruh amal perbuatannya dibalas dan ditegaskan. Ini adalah peringatan keras dari Allah سبحانه وتعالى dengan tujuan menggiring hati kepada keselamatan dan peringatan keras Allah سبحانه وتعالى dari segala sesuatu yang membinasakannya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di