Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Qiyamah : Ayat 8
Tafsir As-Sa'di
"Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpul-kan, pada hari itu manusia berkata, 'Ke mana tempat lari.' Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Rabbmu sajalah pada hari itu tempat kembali. Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dila-laikannya. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya." (Al-Qiyamah: 7-15).
(7-10) Maksudnya, ﴾ فَإِذَا ﴿ "maka apabila," tiba Hari Kiamat, ﴾ بَرِقَ ٱلۡبَصَرُ ﴿ "mata terbelalak (ketakutan)," yakni, mata terbelalak (melotot) oleh kengerian karena huru-hara besar, dan terbelalak tidak terpe-jam, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى yang lain,
﴾ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٖ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ 42 مُهۡطِعِينَ مُقۡنِعِي رُءُوسِهِمۡ لَا يَرۡتَدُّ إِلَيۡهِمۡ طَرۡفُهُمۡۖ وَأَفۡـِٔدَتُهُمۡ هَوَآءٞ 43 ﴿
"Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong." (Ibrahim: 42-43).
﴾ وَخَسَفَ ٱلۡقَمَرُ ﴿ "Dan apabila bulan telah hilang cahayanya," yakni, hilang sinar dan kekuatannya, ﴾ وَجُمِعَ ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ ﴿ "dan matahari dan bulan dikumpulkan." Keduanya sejak diciptakan Allah سبحانه وتعالى tidak pernah di-satukan, dan pada Hari Kiamat Allah سبحانه وتعالى akan menyatukan kedua-nya. Cahaya rembulan dilenyapkan, matahari digulung, kemudian keduanya dilemparkan ke dalam neraka agar semua manusia mengetahui bahwa keduanya adalah dua ciptaan dan hamba Allah سبحانه وتعالى yang ditundukkan, dan agar orang-orang yang menyembah keduanya mengetahui bahwa mereka berdusta. ﴾ يَقُولُ ٱلۡإِنسَٰنُ ﴿ "Pada hari itu manusia berkata," ketika melihat hal-hal mengerikan, ﴾ أَيۡنَ ٱلۡمَفَرُّ ﴿ "Ke mana tempat lari?" Yakni, kemanakah tempat lari dan terlepas dari semua yang akan menimpa kami?
(7-10) Maksudnya, ﴾ فَإِذَا ﴿ "maka apabila," tiba Hari Kiamat, ﴾ بَرِقَ ٱلۡبَصَرُ ﴿ "mata terbelalak (ketakutan)," yakni, mata terbelalak (melotot) oleh kengerian karena huru-hara besar, dan terbelalak tidak terpe-jam, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى yang lain,
﴾ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٖ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ 42 مُهۡطِعِينَ مُقۡنِعِي رُءُوسِهِمۡ لَا يَرۡتَدُّ إِلَيۡهِمۡ طَرۡفُهُمۡۖ وَأَفۡـِٔدَتُهُمۡ هَوَآءٞ 43 ﴿
"Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong." (Ibrahim: 42-43).
﴾ وَخَسَفَ ٱلۡقَمَرُ ﴿ "Dan apabila bulan telah hilang cahayanya," yakni, hilang sinar dan kekuatannya, ﴾ وَجُمِعَ ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ ﴿ "dan matahari dan bulan dikumpulkan." Keduanya sejak diciptakan Allah سبحانه وتعالى tidak pernah di-satukan, dan pada Hari Kiamat Allah سبحانه وتعالى akan menyatukan kedua-nya. Cahaya rembulan dilenyapkan, matahari digulung, kemudian keduanya dilemparkan ke dalam neraka agar semua manusia mengetahui bahwa keduanya adalah dua ciptaan dan hamba Allah سبحانه وتعالى yang ditundukkan, dan agar orang-orang yang menyembah keduanya mengetahui bahwa mereka berdusta. ﴾ يَقُولُ ٱلۡإِنسَٰنُ ﴿ "Pada hari itu manusia berkata," ketika melihat hal-hal mengerikan, ﴾ أَيۡنَ ٱلۡمَفَرُّ ﴿ "Ke mana tempat lari?" Yakni, kemanakah tempat lari dan terlepas dari semua yang akan menimpa kami?
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di