Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Insan : Ayat 28

"Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang kafir rantai-rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Me-reka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya-lah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesung-guhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan. Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra, di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (terik-nya) matahari dan tidak pula dingin yang menyengat. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimu-dahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu me-lihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal, dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak, dan Rabb memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)." (Al-Insan: 4-22).
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa atau orang yang kafir di antara mereka. Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan pe-tang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (Hari Akhirat). Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami meng-hendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaik-an bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dike-hendaki Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha-bijaksana. Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmatNya (surga). Dan bagi orang-orang zhalim disediakanNya azab yang pedih." (Al-Insan: 23-31).
Tafsir As-Sa'di
(28) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menunjukkan dalil kepada mereka atas kebangkitan mereka dengan dalil aqli, yaitu dalil permulaan penciptaan seraya berfirman, ﴾ نَّحۡنُ خَلَقۡنَٰهُمۡ ﴿ "Kami telah menciptakan mereka," yakni, Kami ciptakan mereka setelah sebelumnya mereka tidak ada, ﴾ وَشَدَدۡنَآ أَسۡرَهُمۡۖ ﴿ "dan menguatkan persendian tubuh mereka," yakni, Kami kokohkan tubuh, urat, otot, nadi, kekuatan lahir dan kekuatan batin hingga tubuh sempurna, supaya mampu untuk melakukan apa saja yang diinginkan. Dzat Yang menciptakan mereka dalam kondisi seperti ini mampu untuk mengembalikan mereka setelah mereka mati untuk mendapatkan balasan atas amal perbuatan yang mereka lakukan. Dzat yang memindahkan mereka di alam ini dalam berbagai fase tentu tidak sepatutnya membiarkan mereka sia-sia, lalu tidak diperintah, tidak dilarang, tidak diberi pahala dan tidak disiksa. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِذَا شِئۡنَا بَدَّلۡنَآ أَمۡثَٰلَهُمۡ تَبۡدِيلًا ﴿ "Apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh meng-ganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka," yakni, Kami akan menghidupkan kalian pada Hari Kebangkitan dengan kehidupan lain dan Kami kembalikan kalian dengan diri-diri ka-lian; mereka adalah orang-orang serupa dan memang diri mereka sendiri.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di