Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Anfal : Ayat 49
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (Nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-ban-tahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuat-anmu, dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya` kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan. Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan, 'Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menga-lahkanmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelin-dungmu', maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata, 'Sesungguhnya saya berlepas diri darimu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat, sesungguh-nya saya takut kepada Allah.' Dan Allah sangat keras siksaNya. (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, 'Mereka itu (orang-orang Muk-min) ditipu oleh agamanya.' (Allah berfirman), 'Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana'." (Al-Anfal: 45-49).
Tafsir As-Sa'di
(49) ﴾ إِذۡ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ ﴿ "(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya ber-kata," yakni keraguan dan syubhat dari orang-orang yang lemah iman terhadap orang-orang yang beriman ketika mereka pergi berperang dengan jumlah minim melawan orang-orang musyrik dengan jum-lah yang besar, ﴾ غَرَّ هَٰٓؤُلَآءِ دِينُهُمۡۗ ﴿ "Mereka itu (orang-orang Mukmin) ditipu oleh agamanya." Yakni agama yang mereka anut menggiring mereka ke medan perang ini yang mana mereka tidak memiliki kemampuan dan kekuatan untuk memenangkannya. Orang-orang munafik itu mengatakannya untuk melecehkan orang-orang Mukmin dan meng-hina akal mereka padahal justru orang-orang munafik itulah –demi Allah– orang-orang yang bodoh akal dan pikirannya. Karena ke-imanan akan mewajibkan pemiliknya maju menghadapi perkara-perkara besar yang tidak dihadapi oleh pasukan-pasukan besar karena seorang Mukmin yang bertawakal kepada Allah yang me-ngetahui bahwa tidak ada daya, kekuatan, dan kemampuan bagi siapa pun kecuali dengan pertolongan Allah, dan seandainya selu-ruh makhluk bersepakat untuk memberi manfaat sedikit saja kepada seseorang, niscaya mereka tidak mampu melakukannya, begitu pula jika mereka bersepakat untuk memudaratkannya niscaya mereka tidak mampu memudaratkannya, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tulis atasnya, dan dia mengetahui bahwa dia di atas kebena-ran, bahwa Allah تعالى Mahabijaksana lagi Maha Penyayang dalam semua takdir dan keputusanNya, maka dia tidak akan peduli de-ngan kekuatan dan jumlah yang dia hadapi, dia percaya diri kepada Rabbnya, tenang tanpa rasa takut dan cemas. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ﴿ "Barangsiapa yang tawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksa-na." Tak ada kekuatan yang dapat mengalahkannya, ﴾ حَكِيمٞ ﴿ "lagi Mahabijaksana", dalam keputusanNya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di