Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Abasa : Ayat 20

Tafsir As-Sa'di
"Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Rabb itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang meng-hendaki, tentulah ia memperhatikannya, di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (malaikat) yang mulia lagi berbakti. Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya. Dari apakah Allah mencipta-kannya. Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentu-kannya. Kemudian Dia memudahkan jalannya, kemudian Dia me-matikannya dan memasukkannya ke dalam kubur, kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baik-nya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu." ('Abasa: 11-32).

(17-23) Meski seperti itu, manusia tetap saja kufur. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ قُتِلَ ٱلۡإِنسَٰنُ مَآ أَكۡفَرَهُۥ ﴿ "Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya" terhadap nikmat Allah سبحانه وتعالى, dan alangkah hebat pembangkangannya pada kebenaran setelah kebenaran itu jelas, padahal dia sendiri apa? Dia hanyalah makhluk paling lemah yang diciptakan Allah سبحانه وتعالى dari air hina kemudian ditentukan wujud-nya serta disempurnakan menjadi manusia sempurna lalu Allah سبحانه وتعالى menyempurnakan kekuatan lahir dan batinnya. ﴾ ثُمَّ ٱلسَّبِيلَ يَسَّرَهُۥ ﴿ "Kemudian Dia memudahkan jalannya," yakni Allah سبحانه وتعالى memudahkan baginya sebab-sebab Agama dan dunia dan menunjukkan pada jalan lurus serta menjelaskannya. Allah سبحانه وتعالى mengujinya dengan pe-rintah dan larangan. ﴾ ثُمَّ أَمَاتَهُۥ فَأَقۡبَرَهُۥ ﴿ "Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur," yakni, memuliakannya dengan di-semayamkan dan tidak dijadikan seperti hewan yang bangkainya dibiarkan saja tergeletak di atas tanah. ﴾ ثُمَّ إِذَا شَآءَ أَنشَرَهُۥ ﴿ "Kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali," yakni membang-kitkannya setelah kematian untuk pembalasan amal.
Hanya Allah سبحانه وتعالى semata yang mengatur manusia dan menga-rahkannya pada hal-hal tersebut. Tidak ada satu sekutu pun yang menyertai Allah سبحانه وتعالى dalam hal itu. Meski demikian, manusia tetap saja tidak mau menunaikan perintah Allah سبحانه وتعالى dan tidak mau menu-naikan kewajiban yang dibebankan padanya. Bahkan senantiasa bermalas-malasan tapi banyak meminta.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di