Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Mutaffifin : Ayat 11

Tafsir As-Sa'di
"Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. Tahukah kamu apakah sijjin itu? (Ialah) kitab yang bertulis. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu) orang-orang yang mendustakan Hari Pembalasan. Dan tidak ada yang mendustakan Hari Pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, 'Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu.' Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. Kemudian, dikatakan (kepada mereka), 'Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan'." (Al-Muthaffifin: 7-17).

(10-13) ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelas-kan siapakah mereka dengan FirmanNya, ﴾ ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "(yaitu) orang-orang yang mendustakan Hari Pembalasan," yakni Hari Pem-balasan amal dan perbuatan. Di hari itu Allah سبحانه وتعالى akan membalas amal perbuatan mereka. ﴾ وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعۡتَدٍ ﴿ "Dan tidak ada yang men-dustakan Hari Pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas" atas larangan-larangan Allah سبحانه وتعالى, melampaui batas dari halal hingga haram, ﴾ أَثِيمٍ ﴿ "lagi berdosa," yakni banyak dosanya. Sikap permusuhan inilah yang mendorongnya untuk mendustakan, dan kesombongannya membuatnya menolak kebenaran. Karena itu ﴾ إِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِ ءَايَٰتُنَا ﴿ "apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami," yang me-nunjukkan pada kebenaran dan atas kebenaran risalah yang dibawa oleh para rasul, ia mendustakan dan menentangnya seraya berkata, ﴾ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu," yakni hanya berasal dari cerita orang-orang terdahulu dan berita umat-umat yang sudah berlalu, bukan berasal dari Allah سبحانه وتعالى; semua itu karena didorong rasa sombong dan menentang.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di