Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Mutaffifin : Ayat 15

Tafsir As-Sa'di
"Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. Tahukah kamu apakah sijjin itu? (Ialah) kitab yang bertulis. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu) orang-orang yang mendustakan Hari Pembalasan. Dan tidak ada yang mendustakan Hari Pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, 'Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu.' Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. Kemudian, dikatakan (kepada mereka), 'Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan'." (Al-Muthaffifin: 7-17).

(14-17) Sedangkan orang yang bersikap adil lagi obyektif dan bertujuan mencari kebenaran yang nyata, ia tidak mendustakan Hari Pembalasan, karena Allah سبحانه وتعالى telah menegakkan dalil-dalil pasti dan bukti-bukti nyata yang membuatnya yakin dengan sebenar-nya. Bukti dan dalil itu bagi pandangan hatinya laksana matahari bagi pandangan matanya. Tidak seperti orang yang hatinya tertu-tup oleh kemaksiatan-kemaksiatannya. Ia terhalang dari kebenaran. Karena itu balasannya adalah terhalang dari Allah سبحانه وتعالى sebagaimana hatinya dulu ketika di dunia terhalang dari menerima ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى. ﴾ ثُمَّ إِنَّهُمۡ ﴿ "Kemudian sesungguhnya mereka," di samping sik-saan berat itu, ﴾ لَصَالُواْ ٱلۡجَحِيمِ 16 ثُمَّ يُقَالُ ﴿ "benar-benar masuk neraka, kemudian dikatakan (kepada mereka)," ﴾ هَٰذَا ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ﴿ "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan." Di sini Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tiga macam azab untuk mereka; azab Neraka Jahim, azab celaan dan cemoohan, dan azab terhalang dari Rabb semesta alam yang mencakup murka dan marah Allah سبحانه وتعالى atas mereka dan hal itu lebih berat bagi mereka daripada siksaan neraka.
Kontekstual ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang yang beriman akan melihat Rabb mereka pada Hari Kiamat dan di surga. Mereka merasa nikmat dengan memandang Allah سبحانه وتعالى yang jauh lebih besar dari seluruh kenikmatan. Mereka bergembira berbincang-bincang denganNya dan senang dekat denganNya sebagaimana disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam berbagai ayat al-Qur`an serta riwayat mutawatir yang dinukil dari Rasulullah a.
Dalam ayat-ayat ini terdapat peringatan dari berbagai dosa, karena dosa bisa menutupi hati sedikit demi sedikit hingga cahaya hati padam dan pandangan hati mati dan inilah yang akan memu-tarbalikkan kebenaran (pada diri seseorang), sehingga kebatilan dalam pandangannya adalah kebenaran dan kebenaran dalam pandangannya adalah kebatilan. Dan inilah salah satu hukuman dosa terbesar.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di