Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Inshiqaq : Ayat 17
Tafsir As-Sa'di
"Maka sungguh Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja. Dan demi malam dan apa yang diselubunginya, dan demi bulan apabila jadi purnama, sungguh kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan). Mengapa mereka tidak mau ber-iman? Dan apabila al-Qur`an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud, bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya), padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka). Maka berilah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya." (Al-In-syiqaq: 16-25).
(16-19) Di tempat ini Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan tanda-tanda malam. Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja yang merupakan sisa-sisa cahaya matahari dan sebagai pem-buka malam. ﴾ وَٱلَّيۡلِ وَمَا وَسَقَ ﴿ "Dan demi malam dan apa yang diselu-bunginya," yakni segala hewan dan apa saja yang terdapat padanya. ﴾ وَٱلۡقَمَرِ إِذَا ٱتَّسَقَ ﴿ "Dan demi bulan apabila jadi purnama," yakni penuh cahaya karena purnama. Itulah hal terindah dan banyak manfaat-nya. Obyek sumpah adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَتَرۡكَبُنَّ ﴿ "Sungguh kamu melalui," wahai manusia ﴾ طَبَقًا عَن طَبَقٖ ﴿ "tingkat demi tingkat (dalam ke-hidupan)," yakni berbagai fase dan kondisi yang berbeda dari setetes air, segumpal darah, segumpal daging hingga ditiupnya ruh, se-lanjutnya menjadi bayi mungil lalu remaja. Setelah itu pencatatan amal, perintah, dan larangan berlaku, kemudian setelah itu me-ninggal dunia. Selanjutnya dibangkitkan dan diberi balasan atas amal perbuatannya. Berbagai fase berbeda ini berlaku pada manu-sia yang menunjukkan bahwa hanya Allah سبحانه وتعالى semata yang berhak disembah, hanya Dia yang diesakan, Dia mengatur hamba-hamba-Nya dengan kebijaksanaan dan rahmatNya, sedangkan manusia adalah makhluk miskin, lemah di bawah pengaturan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
(16-19) Di tempat ini Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan tanda-tanda malam. Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja yang merupakan sisa-sisa cahaya matahari dan sebagai pem-buka malam. ﴾ وَٱلَّيۡلِ وَمَا وَسَقَ ﴿ "Dan demi malam dan apa yang diselu-bunginya," yakni segala hewan dan apa saja yang terdapat padanya. ﴾ وَٱلۡقَمَرِ إِذَا ٱتَّسَقَ ﴿ "Dan demi bulan apabila jadi purnama," yakni penuh cahaya karena purnama. Itulah hal terindah dan banyak manfaat-nya. Obyek sumpah adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَتَرۡكَبُنَّ ﴿ "Sungguh kamu melalui," wahai manusia ﴾ طَبَقًا عَن طَبَقٖ ﴿ "tingkat demi tingkat (dalam ke-hidupan)," yakni berbagai fase dan kondisi yang berbeda dari setetes air, segumpal darah, segumpal daging hingga ditiupnya ruh, se-lanjutnya menjadi bayi mungil lalu remaja. Setelah itu pencatatan amal, perintah, dan larangan berlaku, kemudian setelah itu me-ninggal dunia. Selanjutnya dibangkitkan dan diberi balasan atas amal perbuatannya. Berbagai fase berbeda ini berlaku pada manu-sia yang menunjukkan bahwa hanya Allah سبحانه وتعالى semata yang berhak disembah, hanya Dia yang diesakan, Dia mengatur hamba-hamba-Nya dengan kebijaksanaan dan rahmatNya, sedangkan manusia adalah makhluk miskin, lemah di bawah pengaturan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di