Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Inshiqaq : Ayat 4
Tafsir As-Sa'di
"Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Rabbnya, dan sudah semestinya langit itu patuh. Apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, dan patuh kepada Rabbnya, dan sudah semestinya bumi itu patuh. (Pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya). Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja sungguh-sungguh menuju Rabbmu, maka pasti kamu akan menemuiNya. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak, 'Celakalah aku.' Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). Sesungguhnya dia yakin bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Rabbnya). (Bukan demikian), yang benar, sesung-guhnya Rabbnya selalu melihatnya." (Al-Insyiqaq: 1-15).
(3-5) ﴾ وَإِذَا ٱلۡأَرۡضُ مُدَّتۡ ﴿ "Apabila bumi diratakan," yakni, digoncang hingga bergetar, gunung yang ada di atasnya diratakan dan segala bangunan diratakan. Allah سبحانه وتعالى meratakan bumi serata-ratanya hingga menjadi amat luas yang mencukupi untuk manusia yang menunggu di tempat pemberhentian meski jumlah mereka banyak. Bumi menjadi luas terbentang, tidak terlihat adanya dataran rendah dan juga bukit. ﴾ وَأَلۡقَتۡ مَا فِيهَا ﴿ "Dan memuntahkan apa yang ada di dalam-nya," memuntahkan mayat dan simpanan-simpanan bumi, ﴾ وَتَخَلَّتۡ ﴿ "dan menjadi kosong" dari mereka. Sangkakala ditiup, mayat-mayat pun keluar dari kubur ke permukaan tanah. Bumi mengeluarkan semua kandungannya hingga seperti bongkahan (lempengan) besar yang disaksikan oleh seluruh manusia, dan mereka pun menyesali apa yang dulu pernah mereka perlombakan. ﴾ وَأَذِنَتۡ لِرَبِّهَا وَحُقَّتۡ ﴿ "Dan patuh kepada Rabbnya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya)."
(3-5) ﴾ وَإِذَا ٱلۡأَرۡضُ مُدَّتۡ ﴿ "Apabila bumi diratakan," yakni, digoncang hingga bergetar, gunung yang ada di atasnya diratakan dan segala bangunan diratakan. Allah سبحانه وتعالى meratakan bumi serata-ratanya hingga menjadi amat luas yang mencukupi untuk manusia yang menunggu di tempat pemberhentian meski jumlah mereka banyak. Bumi menjadi luas terbentang, tidak terlihat adanya dataran rendah dan juga bukit. ﴾ وَأَلۡقَتۡ مَا فِيهَا ﴿ "Dan memuntahkan apa yang ada di dalam-nya," memuntahkan mayat dan simpanan-simpanan bumi, ﴾ وَتَخَلَّتۡ ﴿ "dan menjadi kosong" dari mereka. Sangkakala ditiup, mayat-mayat pun keluar dari kubur ke permukaan tanah. Bumi mengeluarkan semua kandungannya hingga seperti bongkahan (lempengan) besar yang disaksikan oleh seluruh manusia, dan mereka pun menyesali apa yang dulu pernah mereka perlombakan. ﴾ وَأَذِنَتۡ لِرَبِّهَا وَحُقَّتۡ ﴿ "Dan patuh kepada Rabbnya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya)."
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di