Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Ash-Shams : Ayat 14

Tafsir As-Sa'di
"Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan demi bulan apabila mengiringinya, dan demi siang apabila menampakkan-nya, dan demi malam apabila menutupinya, dan demi langit serta pembinaannya, dan demi bumi serta penghamparannya, dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Allah mengilham-kan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan. Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh me-rugilah orang yang mengotorinya. (Kaum) Tsamud telah mendusta-kan (rasulnya) karena mereka melampaui batas, ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, lalu Rasul Allah (Shaleh) berkata kepada mereka, '(Biarkanlah) unta betina Allah dan mi-numannya.' Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Rabb mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah), dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakanNya itu." (Asy-Syams: 1-15).

(11-15) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ بِطَغۡوَىٰهَآ ﴿ "(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena melampaui batas," yakni karena tindakan mereka yang melampaui batas dan merasa tinggi hati terhadap kebenaran serta sombong terhadap rasul mereka. ﴾ إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشۡقَىٰهَا ﴿ "Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka," yakni orang yang paling sengsara di antara penduduk kabilah tersebut,[145] yaitu Qudar bin Salif karena menyembelih unta ketika mereka sepakat untuk itu dan mereka menyuruhnya lalu ia menunaikan perintah mereka. ﴾ فَقَالَ لَهُمۡ رَسُولُ ٱللَّهِ ﴿ "Lalu Rasul Allah, (Shaleh عليه السلام) berkata kepada mereka," memberi peringatan, ﴾ نَاقَةَ ٱللَّهِ وَسُقۡيَٰهَا ﴿ "(Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya." Artinya, waspadalah kalian, jangan sampai menyembelih unta Allah سبحانه وتعالى yang dijadikan sebagai tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى untuk kalian. Jangan kalian batasi nikmat Allah سبحانه وتعالى berupa meminum susunya dengan menyembelihnya. Mereka pun mendustakan nabi mereka, Shaleh عليه السلام, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَدَمۡدَمَ عَلَيۡهِمۡ رَبُّهُم بِذَنۢبِهِمۡ ﴿ "dan menyembelih unta itu, maka Rabb mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka." Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka dan meratakan siksaan pada mereka semua. Allah سبحانه وتعالى mengirim suara keras dari atas mereka dan goncangan dari bawah mereka hingga mereka pun berjongkok di atas lutut tanpa ada seorang pun yang memanggil dan menyahut. ﴾ فَسَوَّىٰهَا ﴿ "Lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah)," yakni Allah سبحانه وتعالى meratakan mereka dalam siksaan, ﴾ وَلَا يَخَافُ عُقۡبَٰهَا ﴿ "dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu," yakni apa-apa yang menjadi akibat setelah itu. Bagaimana Dzat Yang Maha Memaksa yang tidak satu pun makhluk bisa ter-lepas dari paksaan dan tindakanNya merasa takut. Mahabijaksana Allah dalam segala hal yang diputuskan dan disyariatkanNya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di