Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Ash-Shams : Ayat 7

Tafsir As-Sa'di
"Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan demi bulan apabila mengiringinya, dan demi siang apabila menampakkan-nya, dan demi malam apabila menutupinya, dan demi langit serta pembinaannya, dan demi bumi serta penghamparannya, dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Allah mengilham-kan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan. Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh me-rugilah orang yang mengotorinya. (Kaum) Tsamud telah mendusta-kan (rasulnya) karena mereka melampaui batas, ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, lalu Rasul Allah (Shaleh) berkata kepada mereka, '(Biarkanlah) unta betina Allah dan mi-numannya.' Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Rabb mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah), dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakanNya itu." (Asy-Syams: 1-15).

(7-8) ﴾ وَنَفۡسٖ وَمَا سَوَّىٰهَا ﴿ "Dan demi jiwa serta penyempurnaan (cip-taan)nya." Kemungkinan yang dimaksudkan adalah jiwa seluruh makhluk hidup sebagaimana dikuatkan oleh keumuman ayat ini. Dan kemungkinan yang dimaksudkan adalah sumpah dengan jiwa manusia mukallaf saja, dengan dalil yang akan disebutkan be-rikutnya. Secara keseluruhan, jiwa adalah salah satu tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang berhak untuk dijadikan obyek sumpah, karena jiwa adalah sesuatu yang amat lembut dan tidak kelihatan, amat cepat berpindah dan bergerak, cepat berubah, terpengaruh oleh emosi-emosi diri seperti sedih, berkeinginan, cinta, dan benci. Tanpa jiwa, raga hanyalah patung yang tidak ada gunanya. Diben-tuknya ia secara sempurna merupakan salah satu tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di