Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Lail : Ayat 2
Tafsir As-Sa'di
"Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan demi siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak ber-manfaat baginya apabila ia telah binasa. Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. Maka, Kami memperingatkan kamu dengan api yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan (ber-paling) dari iman. Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seseorang pun yang memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, te-tapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Rabbnya Yang Mahatinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan." (Al-Lail: 1-21).
(1-2) Ini adalah sumpah Allah سبحانه وتعالى dengan waktu yang di dalamnya perbuatan-perbuatan manusia berlangsung meski de-ngan kondisi-kondisi yang berbeda. ﴾ وَٱلَّيۡلِ إِذَا يَغۡشَىٰ ﴿ "Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)," yakni, menutupi semua makhluk dengan kegelapannya sehingga masing-masing merasa tenang di tempat berteduhnya atau tempat tinggalnya, dan manusia pun merasa nyaman dari keletihan dan kelelahan. ﴾ وَٱلنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ ﴿ "Dan demi siang apabila terang benderang" untuk para makhluk. Mereka memanfaat-kan terangnya siang dan bertebaran untuk kepentingan-kepentingan mereka.
(1-2) Ini adalah sumpah Allah سبحانه وتعالى dengan waktu yang di dalamnya perbuatan-perbuatan manusia berlangsung meski de-ngan kondisi-kondisi yang berbeda. ﴾ وَٱلَّيۡلِ إِذَا يَغۡشَىٰ ﴿ "Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)," yakni, menutupi semua makhluk dengan kegelapannya sehingga masing-masing merasa tenang di tempat berteduhnya atau tempat tinggalnya, dan manusia pun merasa nyaman dari keletihan dan kelelahan. ﴾ وَٱلنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ ﴿ "Dan demi siang apabila terang benderang" untuk para makhluk. Mereka memanfaat-kan terangnya siang dan bertebaran untuk kepentingan-kepentingan mereka.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di