Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Lail : Ayat 9

Tafsir As-Sa'di
"Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan demi siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak ber-manfaat baginya apabila ia telah binasa. Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. Maka, Kami memperingatkan kamu dengan api yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan (ber-paling) dari iman. Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seseorang pun yang memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, te-tapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Rabbnya Yang Mahatinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan." (Al-Lail: 1-21).

(8-10) ﴾ وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ ﴿ "Dan adapun orang-orang yang bakhil," de-ngan apa yang diperintahkan dan tidak mau mengeluarkan infak wajib dan sunnah dan tidak merelakan dirinya menunaikan ke-wajiban untuk Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَٱسۡتَغۡنَىٰ ﴿ "dan merasa dirinya cukup," tidak memerlukan Allah سبحانه وتعالى dengan tidak menyembahNya dan tidak menganggap dirinya butuh pada Rabbnya sementara tidak ada keselamatan, keberuntungan, dan kemenangan bagi jiwa selain menjadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai Dzat yang dicintai dan disembah yang dimaksudkan dan menjadi tujuan, ﴾ وَكَذَّبَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ ﴿ "serta mendustakan pahala yang terbaik," yakni mendustakan apa yang diwajibkan Allah سبحانه وتعالى atas para hamba untuk dipercayai berupa akidah-akidah yang baik, ﴾ فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡعُسۡرَىٰ ﴿ "maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar," yakni untuk keadaan sulit dan sifat-sifat tercela dengan dijadikan sebagai orang yang mudah melakukan keburukan, di mana saja berada, ia selalu terkait dengan perbuatan-perbuatan maksiat. Kita memohon kepada Allah سبحانه وتعالى semoga diberi keselamatan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di