Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Ash-Sharh : Ayat 5

Tafsir As-Sa'di
"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu, yang memberat-kan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Se-sungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Rabbmu-lah hendaknya kamu berharap." (Asy-Syarh: 1-8).

(5-6) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا 5 إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرٗا 6 ﴿ "Ka-rena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." Ini adalah berita gembira besar; setiap kali ada kesulitan dan kesusahan, selalu disertai kemudahan, hingga meski kesulitan itu terjebak di lubang biawak, niscaya ke-mudahan akan masuk dan mengeluarkannya, sebagaimana Firman Allah سبحانه وتعالى,
﴾ سَيَجۡعَلُ ٱللَّهُ بَعۡدَ عُسۡرٖ يُسۡرٗا 7 ﴿
"Allah akan menjadikan kemudahan setelah kesulitan." (Ath-Tha-laq: 7).
Dan seperti yang disabdakan Nabi a,
وَإِنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا.
"Dan sesungguhnya kelapangan itu ada bersama kesulitan dan bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan."[146]
Penyebutan kata "kesulitan" pada kedua ayat secara definite (ma'rifat) menunjukkan keduanya sama, sedangkan penyebutan kata "kemudahan" secara indefinite (nakirah) menunjukkan ber-ulangnya. Satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan. Penyebutan kata "kesulitan" secara definite dengan alif dan lam me-nunjukkan generalisasi, dan generalisasi itu menunjukkan bahwa semua kesulitan meski mencapai tingkat seberapa pun tapi pada akhirnya kemudahan akan menyertainya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di