Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Alaq : Ayat 11
Tafsir As-Sa'di
"Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang mencipta-kan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Ketahuilah! Sesung-guhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Rabbmulah kembali(mu). Bagaimana pendapatmu tentang orang yang mela-rang seorang hamba ketika dia mengerjakan shalat, bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang itu berada di atas kebenaran, atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah). Bagaimana penda-patmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. Maka biarkanlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah, sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah)." (Al-'Alaq: 1-19).
(9-14) Allah سبحانه وتعالى berfirman untuk orang yang membangkang lagi angkuh ini, ﴾ أَرَءَيۡتَ ﴿ "Bagaimana pendapatmu," wahai orang yang melarang orang untuk shalat, ﴾ إِن كَانَ ﴿ "jika dia," yakni hamba yang shalat, ﴾ عَلَى ٱلۡهُدَىٰٓ ﴿ "berada di atas kebenaran," yakni mengetahui kebe-naran dan mengamalkannya, ﴾ أَوۡ أَمَرَ ﴿ "atau dia menyuruh" orang lain untuk ﴾ بِٱلتَّقۡوَىٰٓ ﴿ "bertakwa (kepada Allah)," patutkah orang yang sifat-nya seperti ini dicegah? Bukankah mencegahnya adalah salah satu penentangan terbesar terhadap Allah سبحانه وتعالى dan perang terhadap kebe-naran? Larangan ini hanya tertuju pada orang yang dirinya sendiri tidak berada di atas petunjuk atau orang yang memerintahkan orang lain agar tidak bertakwa. ﴾ أَرَءَيۡتَ إِن كَذَّبَ ﴿ "Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan" orang yang melarang ke-benaran, ﴾ وَتَوَلَّىٰٓ ﴿ "dan berpaling" dari perintah, apakah ia tidak takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan siksaNya? ﴾ أَلَمۡ يَعۡلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ ﴿ "Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat" segala perbuatannya?
(9-14) Allah سبحانه وتعالى berfirman untuk orang yang membangkang lagi angkuh ini, ﴾ أَرَءَيۡتَ ﴿ "Bagaimana pendapatmu," wahai orang yang melarang orang untuk shalat, ﴾ إِن كَانَ ﴿ "jika dia," yakni hamba yang shalat, ﴾ عَلَى ٱلۡهُدَىٰٓ ﴿ "berada di atas kebenaran," yakni mengetahui kebe-naran dan mengamalkannya, ﴾ أَوۡ أَمَرَ ﴿ "atau dia menyuruh" orang lain untuk ﴾ بِٱلتَّقۡوَىٰٓ ﴿ "bertakwa (kepada Allah)," patutkah orang yang sifat-nya seperti ini dicegah? Bukankah mencegahnya adalah salah satu penentangan terbesar terhadap Allah سبحانه وتعالى dan perang terhadap kebe-naran? Larangan ini hanya tertuju pada orang yang dirinya sendiri tidak berada di atas petunjuk atau orang yang memerintahkan orang lain agar tidak bertakwa. ﴾ أَرَءَيۡتَ إِن كَذَّبَ ﴿ "Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan" orang yang melarang ke-benaran, ﴾ وَتَوَلَّىٰٓ ﴿ "dan berpaling" dari perintah, apakah ia tidak takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan siksaNya? ﴾ أَلَمۡ يَعۡلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ ﴿ "Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat" segala perbuatannya?
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di