Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Bayinah : Ayat 2
Tafsir As-Sa'di
"Orang-orang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran yang disucikan (al-Qur`an), di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan al-Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada me-reka bukti yang nyata. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah Surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabb-nya." (Al-Bayyinah: 1-8).
(2-3) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bukti nyata tersebut seraya berfirman, ﴾ رَسُولٞ مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "(Yaitu) seorang Rasul dari Allah," yakni yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى untuk menyeru manusia kepada kebenar-an dan menurunkan padanya kitab yang ia baca agar mengajarkan hikmah kepada manusia, menyucikan mereka, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfir-man, ﴾ يَتۡلُواْ صُحُفٗا مُّطَهَّرَةٗ ﴿ "Yang membacakan lembaran yang disucikan (al-Qur`an)," yakni yang terjaga dari pendekatan setan. Hanya mereka yang suci yang menyentuhnya, karena al-Qur`an adalah kalam (Firman) yang paling tinggi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang lembaran-lembaran itu, ﴾ فِيهَا ﴿ "Di dalamnya," yakni di dalam lem-baran-lembaran tersebut, ﴾ كُتُبٞ قَيِّمَةٞ ﴿ "terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus," yakni berita-berita benar, perintah-perintah adil yang me-nunjukkan kepada kebenaran dan menuju jalan yang lurus. Bila bukti nyata ini datang pada mereka, maka ketika itu jelaslah antara orang yang mencari kebenaran dan orang yang tidak memiliki kehendak untuk mencarinya. Setelah itu orang yang binasa akan binasa setelah adanya bukti nyata dan orang yang hidup juga akan hidup setelah ada bukti nyata.
(2-3) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bukti nyata tersebut seraya berfirman, ﴾ رَسُولٞ مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "(Yaitu) seorang Rasul dari Allah," yakni yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى untuk menyeru manusia kepada kebenar-an dan menurunkan padanya kitab yang ia baca agar mengajarkan hikmah kepada manusia, menyucikan mereka, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfir-man, ﴾ يَتۡلُواْ صُحُفٗا مُّطَهَّرَةٗ ﴿ "Yang membacakan lembaran yang disucikan (al-Qur`an)," yakni yang terjaga dari pendekatan setan. Hanya mereka yang suci yang menyentuhnya, karena al-Qur`an adalah kalam (Firman) yang paling tinggi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang lembaran-lembaran itu, ﴾ فِيهَا ﴿ "Di dalamnya," yakni di dalam lem-baran-lembaran tersebut, ﴾ كُتُبٞ قَيِّمَةٞ ﴿ "terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus," yakni berita-berita benar, perintah-perintah adil yang me-nunjukkan kepada kebenaran dan menuju jalan yang lurus. Bila bukti nyata ini datang pada mereka, maka ketika itu jelaslah antara orang yang mencari kebenaran dan orang yang tidak memiliki kehendak untuk mencarinya. Setelah itu orang yang binasa akan binasa setelah adanya bukti nyata dan orang yang hidup juga akan hidup setelah ada bukti nyata.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di