Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Bayinah : Ayat 5
"Orang-orang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran yang disucikan (al-Qur`an), di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan al-Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada me-reka bukti yang nyata. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah Surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabb-nya." (Al-Bayyinah: 1-8).
Tafsir As-Sa'di
(5) Padahal semua kitab berasal dari pangkal dan agama yang sama, karena itu tidaklah mereka, ﴾ أُمِرُوٓاْ ﴿ "disuruh," dalam seluruh syariat tersebut kecuali agar mereka menyembah, ﴾ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ﴿ "Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya," yakni mencari Wajah Allah سبحانه وتعالى dalam seluruh ibadah, baik yang zahir maupun yang batin, serta ingin mendekat di sisiNya, ﴾ حُنَفَآءَ ﴿ "yang lurus," berpaling dan meninggalkan seluruh agama yang berseberangan dengan agama tauhid. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan shalat dan zakat se-cara khusus meski keduanya tercakup dalam FirmanNya, ﴾ لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ﴿ "Agar mereka menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya," adalah karena keutamaan dan kemuliaan keduanya dan karena keduanya adalah ibadah yang jika ditunaikan, berarti seluruh syariat agama telah tegak. ﴾ وَذَٰلِكَ ﴿ "Dan yang demikian itulah," yaitu tauhid dan ikhlas dalam beragama adalah ﴾ دِينُ ٱلۡقَيِّمَةِ ﴿ "Agama yang lurus," yakni agama lurus yang akan mengantarkan ke surga penuh kenikmatan, dan selain itu hanyalah jalan-jalan yang akan mengantarkan ke Neraka Jahim.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di