Kurang lebih 9 tahun yang lalu, saat anak pertama kami meninggal dunia di usia 2 tahun, kami merasakan duka yang sangat mendalam. Dalam suasana itu, kami bahkan tidak sempat memikirkan diri sendiri, termasuk untuk makan. Namun, Allah menghadirkan kebaikan melalui para tetangga.
Yang hingga hari ini sangat membekas di hati adalah, mereka bukan datang untuk makan-makan atau menjadi beban bagi keluarga yang sedang berduka. Justru sebaliknya, mereka datang membawa banyak makanan, menyuruh kami untuk makan, bahkan ada yang diam-diam menyelipkan amplop berisi uang. Mungkin bagi mereka itu hal yang sederhana, tetapi bagi kami, perhatian itu menjadi penghibur di saat hati sedang hancur.
Bertahun-tahun kemudian, barulah kami mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan ternyata sejalan dengan tuntunan Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda:
" Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja'far, karena telah datang kepada mereka perkara yang menyibukkan mereka ."
(HR. Abu Dawud No. 3132 dan Tirmidzi No. 998)
Hadis ini mengajarkan bahwa ketika ada keluarga yang tertimpa musibah, sunnahnya adalah membantu dan meringankan beban mereka, termasuk dengan membawakan makanan, bukan justru membebani mereka untuk menjamu tamu.
Semoga Allah ﷻ membalas seluruh kebaikan para tetangga kami dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki mereka, menjaga keluarga mereka, mengampuni dosa-dosa mereka, memberikan hidayah dan keistiqamahan, serta memasukkan mereka ke dalam surga-Nya. Āmīn.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang ringan tangan membantu saudara yang sedang tertimpa musibah. Sebab bisa jadi, sesuatu yang kita anggap kecil justru menjadi kenangan indah yang terus hidup di hati mereka hingga bertahun-tahun kemudian.