Dakwah & Tabligh

Dia Rupawan, Istrinya cantik, Hartanya banyak, anak-anaknya pun banyak, tapi...

Abu Lahab itu dikenal sebagai seorang yang rupawan. Istrinya pun cantik, bahkan digelari Ummu Jamil. Hartanya banyak, anak-anaknya pun banyak.

Jika ketampanan, kecantikan, harta yang melimpah, dan banyaknya anak adalah ukuran cinta Allah kepada seorang hamba, tentu Abu Lahab adalah orang yang sangat dicintai Allah.

Namun Allah justru berfirman:

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang ia usahakan.”
(QS. Al-Masad: 1–2)

Maka jangan jadikan harta, anak, pasangan yang cantik, rumah yang bagus, jabatan, atau kehidupan yang nyaman sebagai ukuran bahwa Allah sedang memuliakan dan mencintai kita.

Semua itu bisa menjadi nikmat, tetapi juga bisa menjadi ujian.

Ukuran kemuliaan seorang hamba bukanlah apa yang ia miliki, tetapi iman, ketakwaan, dan ketaatannya kepada Allah.

Karena boleh jadi seseorang hidup dalam kelapangan, tetapi jauh dari Allah. Dan boleh jadi seseorang hidup sederhana, namun sangat dekat dan dicintai Allah.

Yang perlu kita khawatirkan bukan: “Seberapa banyak yang Allah berikan kepadaku?”

Tetapi:

“Untuk apa semua yang Allah berikan kepadaku?”