Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Kahf : Ayat 41

"Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala memasuki kebunmu, 'Sungguh atas kehendak Allah (semua ini terwujud)! Tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.' Sekira-nya kamu menganggapku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan, maka mudah-mudahan Rabbku, akan memberi kepada-ku (kebun) yang lebih baik daripada kebunmu (ini); dan mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu, hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin; atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi.' Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) ter-hadap sesuatu yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya, dan dia berkata, 'Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Rabbku.' Dan tidak ada baginya segolongan pun yang menolong-nya selain Allah; dan sekali-kali dia tidak dapat membela dirinya. Di sana pertolongan itu hanya dari Allah yang Haq. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan." (AL-Kahfi : 39-44).
Tafsir As-Sa'di
(41) ﴾ أَوۡ يُصۡبِحَ مَآؤُهَا ﴿ "Atau airnya menjadi," yaitu air yang materi (pertumbuhannya) berasal darinya ﴾ غَوۡرٗا ﴿ "surut ke dalam tanah," masuk ke dalam tanah ﴾ فَلَن تَسۡتَطِيعَ لَهُۥ طَلَبٗا 41 ﴿ "maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi," maksudnya airnya masuk ke tanah dan tidak bisa dicapai lagi, baik dengan cangkul ataupun alat lain-nya. Temannya yang Mukmin itu hanya mendoakan keburukan ter-hadap kebunnya (orang yang mengingkari nikmat Allah), lantaran didorong rasa marah karena Allah. Sebab kebun itu telah memper-dayainya dan membuatnya melampaui batas dan dia merasa ten-teram dengannya. Mungkin saja, ia mau bertaubat, kembali sadar dan memperhatikan urusannya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di