Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Maryam : Ayat 21
"Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam al-Qur`an, yaitu ketika dia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur maka dia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka, lalu Kami mengutus ruh Kami kepadanya, maka dia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata, 'Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Dzat Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.' Ia (Jibril) berkata, 'Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Rabbmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.' Maryam berkata, 'Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku, dan aku bukan (pula) seorang pezina!' Jibril berkata, 'Demikianlah.' Rabbmu berfirman, 'Hal itu adalah mudah bagiKu, dan agar Kami dapat menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan'." (Maryam: 6-21).
Tafsir As-Sa'di
(21) ﴾ قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٞۖ وَلِنَجۡعَلَهُۥٓ ءَايَةٗ لِّلنَّاسِ ﴿ "Jibril berkata, 'Demikianlah.' Rabbmu berfirman, 'Hal itu adalah mudah bagiKu, dan agar Kami menjadikannya sebagai suatu tanda bagi manusia'." Ini me-nunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah تعالى dan menandakan bahwa semua faktor penyebab itu tidak memberikan efek dengan sendirinya, akan tetapi yang memberikan pengaruh adalah takdir Allah. Maka, Allah memperlihatkan kepada para hambaNya pen-dobrakan kejadian-kejadian yang biasa pada sebagian hukum sebab-akibat yang biasa (terjadi), supaya mereka tidak hanya terpaku pada faktor penyebab saja, tanpa peduli dengan Dzat yang me-nakdirkan dan menyebabkannya. ﴾ وَرَحۡمَةٗ مِّنَّاۚ ﴿ "Dan sebagai rahmat dari Kami," [maksudnya] Kami hendak menjadikan anak Maryam itu sebagai rahmat dari Kami buat dirinya, ibunya, dan sekalian manusia.
Adapun wujud rahmat Allah kepada diri anak Maryam, yaitu Allah mengistimewakannya dengan pemberian wahyu kepadanya, menganugerahkan kepadanya kenikmatan yang dianugerahkan kepada para ulul azmi. Sedangkan rahmat buat ibunya, lantaran teraihnya kebanggaan, pujian yang baik dan manfaat-manfaat yang besar baginya. Dan wujud rahmatnya bagi umat manusia, maka sesungguhnya nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada umat manusia adalah pengutusan seorang rasul di tengah-tengah mereka, seorang rasul yang akan membacakan ayat-ayat Allah, yang menyucikan mereka, mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan hikmah. Lalu mereka pun beriman kepada rasul itu, menaati-nya sehingga akan terwujud bagi mereka kebahagiaan dunia dan akhirat.
﴾ وَكَانَ ﴿ "Dan hal itu," eksistensi Isa عليه السلام dalam kondisi seperti ini, ﴾ أَمۡرٗا مَّقۡضِيّٗا 21 ﴿ "adalah suatu perkara yang sudah diputuskan," ke-tentuan yang sudah ditentukan di masa lalu. Maka ketentuan dan keputusan ini pasti terlaksana. Lalu Jibril عليه السلام meniupkan pada kerah baju di lehernya.
Adapun wujud rahmat Allah kepada diri anak Maryam, yaitu Allah mengistimewakannya dengan pemberian wahyu kepadanya, menganugerahkan kepadanya kenikmatan yang dianugerahkan kepada para ulul azmi. Sedangkan rahmat buat ibunya, lantaran teraihnya kebanggaan, pujian yang baik dan manfaat-manfaat yang besar baginya. Dan wujud rahmatnya bagi umat manusia, maka sesungguhnya nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada umat manusia adalah pengutusan seorang rasul di tengah-tengah mereka, seorang rasul yang akan membacakan ayat-ayat Allah, yang menyucikan mereka, mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan hikmah. Lalu mereka pun beriman kepada rasul itu, menaati-nya sehingga akan terwujud bagi mereka kebahagiaan dunia dan akhirat.
﴾ وَكَانَ ﴿ "Dan hal itu," eksistensi Isa عليه السلام dalam kondisi seperti ini, ﴾ أَمۡرٗا مَّقۡضِيّٗا 21 ﴿ "adalah suatu perkara yang sudah diputuskan," ke-tentuan yang sudah ditentukan di masa lalu. Maka ketentuan dan keputusan ini pasti terlaksana. Lalu Jibril عليه السلام meniupkan pada kerah baju di lehernya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di