Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Maryam : Ayat 66

"Dan manusia berkata, 'Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sunguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?' Tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang dia tidak ada sama sekali." (Maryam: 66-67).
Tafsir As-Sa'di
(66) Yang dimaksud dengan lafazh insan (manusia) dalam ayat ini adalah setiap manusia yang mengingkari Hari Kebang-kitan, menganggap kejadiannya sebagai peristiwa yang mustahil. Orang ini bertanya dengan nada meniadakan, menentang serta mengingkari, ﴾ أَءِذَا مَا مِتُّ لَسَوۡفَ أُخۡرَجُ حَيًّا 66 ﴿ "Betulkah apabila aku telah mati, aku sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?" Maksudnya, bagaimana mungkin Allah bisa menghidupkanku lagi setelah aku mati, dan setelah aku (menjadi tulang-belulang yang) hancur luluh? Kejadian ini tidak akan terjadi dan tidak bisa diimajinasikan! Tentunya, pernyataan ini berdasarkan akalnya yang rusak dan niatannya yang jelek serta kekufurannya kepada para rasul dan kitab-kitab Allah. Seandainya dia mau memperhatikan sejenak saja dan merenungkan sebentar saja, pasti dia akan menyadari bahwa klaimnya mengenai kemustahilan Hari Kebangkitan, (berada) dalam puncak kebodohan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di