Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Maryam : Ayat 67

"Dan manusia berkata, 'Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sunguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?' Tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang dia tidak ada sama sekali." (Maryam: 66-67).
Tafsir As-Sa'di
(67) Oleh karena itu, Allah تعالى menyebutkan bukti yang kuat dan dalil yang jelas yang dapat dicerna oleh setiap orang mengenai kemungkinan terjadinya kebangkitan. Allah berfirman, ﴾ أَوَلَا يَذۡكُرُ ٱلۡإِنسَٰنُ أَنَّا خَلَقۡنَٰهُ مِن قَبۡلُ وَلَمۡ يَكُ شَيۡـٔٗا 67 ﴿ "Tidakkah manusia itu memi-kirkan bahwa Kami telah menciptakannya dahulu, padahal dia tidak ada sama sekali," maksudnya tidakkah dia mengalihkan pandangan dan mengingat-ingat kondisi awal dirinya, Allah telah menciptakannya pertama kali padahal sebelumnya dia tidak berwujud sama sekali. Maka Dzat yang mampu menciptakannya dari ketiadaan, dan belum menjadi sesuatu yang dapat disebut, bukankah Dzat ini mampu juga menyusunnya kembali setelah terkoyak-koyak daan merangkainya lagi setelah tercerai-berai? Hal ini seperti yang di-firmankan oleh Allah,
﴾ وَهُوَ ٱلَّذِي يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهۡوَنُ عَلَيۡهِۚ ﴿
"Dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemu-dian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkannya kembali itu adalah lebih mudah bagiNya." (Ar-Rum: 27).
Dalam Firman Allah, ﴾ أَوَلَا يَذۡكُرُ ٱلۡإِنسَٰنُ ﴿ "Tidakkah manusia itu berpikir." Sebuah seruan untuk merenungi dengan penalaran de-ngan ajakan yang paling lembut. Dan bahwasanya pengingkaran orang-orang yang mengingkari adalah berdasarkan pada kelalaian-nya terhadap kondisi awalnya. Apabila tidak demikian, seandainya dia ingat dan menyadarinya, tentu dia tidak akan mengingkarinya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di