Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Baqara : Ayat 2

"Alif lam mim. Kitab (al-Qur`an) ini tidak ada keraguan pada-nya; petunjuk (hidayah) bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan me-nafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al-Qur`an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan se-belummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung." (Al-Baqarah: 1-5).
Tafsir As-Sa'di
(2) FirmanNya, ﴾ ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ ﴿ "Kitab itu," yakni kitab suci yang agung ini dalam arti hakiki, yang mengandung hal-hal yang tidak dikandung oleh kitab-kitab terdahulu maupun sekarang berupa ilmu yang agung dan kebenaran yang nyata, ﴾ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ ﴿ "tidak ada keraguan padanya," dan juga tidak ada kebimbangan padanya dalam bentuk apa pun. Meniadakan keraguan dari kitab ini mengharuskan apa yang bertentangan dengannya, di mana hal yang bertentangan dengan hal itu adalah keyakinan, maka kitab ini mengandung ilmu keyakinan yang menghapus segala bentuk keraguan dan kebim-bangan.
Ini merupakan suatu kaidah yang menunjukkan bahwa peni-adaan di sini maksudnya adalah pujian yang harus melingkupi hal yang bertentangan dengannya yaitu kesempurnaan, karena penia-daan adalah suatu yang tidak ada, sedangkan hal yang tiada secara murni itu tidak ada pujian padanya. Dan karena Kitab suci ini me-ngandung keyakinan sedangkan hidayah itu tidaklah akan dapat diperoleh kecuali dengan keyakinan, maka Allah berfirman,﴾ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Petunjuk (hidayah) bagi mereka yang bertakwa." Hidayah itu ada-lah suatu yang memberikan hidayah dari kesesatan dan kesamaran, dan (sebaliknya) membimbing untuk menempuh jalan yang berguna.
Allah berfirman di sini, ﴾ هُدٗى ﴿ "Petunjuk" dan tidak merinci bentuk petunjuknya, Dia tidak berfirman, "petunjuk untuk kemas-lahatan ini atau untuk kepentingan begini," karena yang dimaksud adalah keumuman (mencakup semua maslahat dan kebaikan), dan bahwasanya ia adalah petunjuk untuk seluruh kemaslahatan kedua negeri, ia adalah pembimbing bagi hamba dalam masalah-masalah ushul (pokok) dan masalah-masalah furu' (cabang), pemberi penje-lasan untuk kebenaran dari kebatilan, dan yang shahih dari yang lemah, dan pemberi penjelasan bagi mereka tata cara menempuh jalan yang berguna bagi mereka di dunia dan akhirat mereka. Allah berfirman pada tempat yang lain,
﴾ هُدٗى لِّلنَّاسِ ﴿
"Petunjuk bagi manusia." (Al-Baqarah: 185).
Ini juga umum mencakup semua (untuk seluruh manusia), se-dangkan pada pembahasan ini dan yang selainnya adalah ﴾ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ ﴿ "petunjuk bagi mereka yang bertakwa," karena sesungguhnya dalam hal itu sendiri telah bermakna petunjuk bagi seluruh manusia, sedangkan orang-orang yang celaka tidak memperhatikan hal itu dan mereka tidak menerima petunjuk Allah, maka dengan petunjuk ini, hujjah telah ditegakkan atas mereka, dan mereka tidak mengambil manfaat dengannya, dikarenakan mereka adalah orang-orang celaka.
Orang-orang yang bertakwa ialah orang-orang yang melakukan sebab yang terbesar demi memperoleh petunjuk yaitu ketakwaan, yang mana hakikatnya adalah menjalankan perkara yang dapat me-lindungi dari kemurkaan Allah dan azabNya dengan cara menger-jakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, lalu mereka mengambil petunjuk dengan itu dan mengambil manfaat darinya dengan sebenar-benarnya. Allah q berfirman,
﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَتَّقُواْ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّكُمۡ فُرۡقَانٗا ﴿
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (petunjuk yang dapat membedakan yang haq dan yang batil)." (Al-Anfal: 29).
Maka orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang me-ngambil manfaat dengan ayat-ayat al-Qur`an dan ayat-ayat kauni-yah, juga karena hidayah itu ada dua macam; hidayah penjelasan, dan hidayah taufik. Maka orang-orang yang bertakwa mendapat-kan kedua hidayah tersebut sedangkan selain dari mereka tidak mendapatkan hidayah taufik, karena hidayah penjelasan tanpa mendapat hidayah taufik untuk mengamalkannya bukan merupa-kan hidayah secara hakiki dan sempurna.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di