Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Baqara : Ayat 250
Tafsir As-Sa'di
"Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka, 'Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah.' Nabi mereka menjawab, 'Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang.' Mereka menjawab, 'Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami.' Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zhalim. Nabi mereka mengatakan kepada mereka, 'Sesungguhnya Allah telah mengang-kat Thalut menjadi rajamu.' Mereka menjawab, 'Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?' Nabi (mereka) berkata, 'Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.' Allah memberikan pemerin-tahan kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Mahaluas pemberianNya lagi Maha Mengetahui. Dan Nabi mereka juga mengatakan kepada mereka, 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya Tabut kepadamu, di dalamnya terdapat keterangan dari Rabbmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; Tabut itu dibawa oleh malaikat. Sesungguh-nya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.' Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata, 'Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai, maka siapa di antara kamu meminum airnya, ia bukanlah pengikutku. Dan barangsiapa tidak meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.' Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman ber-sama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata, 'Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.' Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, 'Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.' Tatkala Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka, mereka pun berdoa, 'Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir.' Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Dawud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Dawud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendakiNya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan seba-gian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. Itu adalah ayat-ayat Allah. Kami bacakan kepadamu dengan haq (benar) dan se-sungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus." (Al-Baqarah: 246-252).
(249-250) ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ مُبۡتَلِيكُم بِنَهَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai," kalian akan melewatinya saat kalian sangat membutuhkan air, ﴾ فَمَن شَرِبَ مِنۡهُ فَلَيۡسَ مِنِّي ﴿ "maka siapa di antara kamu meminum airnya; dia bukanlah pengikutku," maksudnya ia tidak taat kepadaku, karena hal itu adalah bukti yang jelas ten-tang ketidaksabarannya dan memuncaknya ketakutannya, ﴾ وَمَن لَّمۡ يَطۡعَمۡهُ فَإِنَّهُۥ مِنِّيٓ ﴿ "dan barangsiapa tiada meminumnya, maka dia adalah pe-ngikutku", karena kejujuran dan kesabarannya, ﴾ إِلَّا مَنِ ٱغۡتَرَفَ غُرۡفَةَۢ بِيَدِهِۦۚ ﴿ "kecuali menceduk seceduk tangan," maka hal itu dapat ditoleransi. Ketika mereka sampai di sungai tersebut dan saat itu mereka sangat membutuhkan air, maka seluruhnya minum dari sungai itu, ﴾ إِلَّا قَلِيلٗا مِّنۡهُمۡۚ ﴿ "kecuali beberapa orang di antara mereka," karena mereka ber-sabar dan tidak minum.
﴾ فَلَمَّا جَاوَزَهُۥ هُوَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ قَالُواْ ﴿ "Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata," yaitu orang-orang yang penakut (pengecut), atau (menurut pendapat lain), orang-orang yang me-nyeberangi sungai ﴾ لَا طَاقَةَ لَنَا ٱلۡيَوۡمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِۦۚ ﴿ "tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Apabila yang berkata itu adalah orang-orang yang penakut tersebut, maka per-kataan ini adalah merupakan sebuah pembenaran akan ketakutan mereka, namun apabila orang-orang yang berkata itu adalah me-reka yang menyeberang bersama Thalut, maka sesungguhnya telah timbul sebuah bentuk kelemahan dalam jiwa-jiwa mereka. Akan tetapi orang-orang yang keimanannya sempurna mendorong semangat dan menguatkan mereka untuk terus maju berperang, di mana mereka berkata, ﴾ كَم مِّن فِئَةٖ قَلِيلَةٍ غَلَبَتۡ فِئَةٗ كَثِيرَةَۢ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ﴿ "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalah-kan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar," dengan pertolongan, dukungan, dan bantuan-Nya hingga mereka tegar dan bersabar dalam memerangi musuh mereka, Jalut beserta bala tentaranya.
(249-250) ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ مُبۡتَلِيكُم بِنَهَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai," kalian akan melewatinya saat kalian sangat membutuhkan air, ﴾ فَمَن شَرِبَ مِنۡهُ فَلَيۡسَ مِنِّي ﴿ "maka siapa di antara kamu meminum airnya; dia bukanlah pengikutku," maksudnya ia tidak taat kepadaku, karena hal itu adalah bukti yang jelas ten-tang ketidaksabarannya dan memuncaknya ketakutannya, ﴾ وَمَن لَّمۡ يَطۡعَمۡهُ فَإِنَّهُۥ مِنِّيٓ ﴿ "dan barangsiapa tiada meminumnya, maka dia adalah pe-ngikutku", karena kejujuran dan kesabarannya, ﴾ إِلَّا مَنِ ٱغۡتَرَفَ غُرۡفَةَۢ بِيَدِهِۦۚ ﴿ "kecuali menceduk seceduk tangan," maka hal itu dapat ditoleransi. Ketika mereka sampai di sungai tersebut dan saat itu mereka sangat membutuhkan air, maka seluruhnya minum dari sungai itu, ﴾ إِلَّا قَلِيلٗا مِّنۡهُمۡۚ ﴿ "kecuali beberapa orang di antara mereka," karena mereka ber-sabar dan tidak minum.
﴾ فَلَمَّا جَاوَزَهُۥ هُوَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ قَالُواْ ﴿ "Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata," yaitu orang-orang yang penakut (pengecut), atau (menurut pendapat lain), orang-orang yang me-nyeberangi sungai ﴾ لَا طَاقَةَ لَنَا ٱلۡيَوۡمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِۦۚ ﴿ "tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Apabila yang berkata itu adalah orang-orang yang penakut tersebut, maka per-kataan ini adalah merupakan sebuah pembenaran akan ketakutan mereka, namun apabila orang-orang yang berkata itu adalah me-reka yang menyeberang bersama Thalut, maka sesungguhnya telah timbul sebuah bentuk kelemahan dalam jiwa-jiwa mereka. Akan tetapi orang-orang yang keimanannya sempurna mendorong semangat dan menguatkan mereka untuk terus maju berperang, di mana mereka berkata, ﴾ كَم مِّن فِئَةٖ قَلِيلَةٍ غَلَبَتۡ فِئَةٗ كَثِيرَةَۢ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ﴿ "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalah-kan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar," dengan pertolongan, dukungan, dan bantuan-Nya hingga mereka tegar dan bersabar dalam memerangi musuh mereka, Jalut beserta bala tentaranya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di