Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Muminun : Ayat 47

"Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (Kebesaran) Kami dan bukti yang nyata, kepada Fir'aun dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong. Dan mereka berkata, 'Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?' Maka (tetaplah) mereka mendustakan keduanya, sebab itu mereka terma-suk orang-orang yang dibinasakan. Dan sesungguhnya telah Kami berikan al-Kitab (Taurat) kepada Musa, agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk." (Al-Mu`minun: 45-49).
Tafsir As-Sa'di
(47) ﴾ فَقَالُوٓاْ ﴿ "Dan mereka berkata," dalam kesombongan lagi kecongkakan untuk memperingatkan orang-orang yang lemah akal sehatnya dan mengelabuhi mereka, ﴾ أَنُؤۡمِنُ لِبَشَرَيۡنِ مِثۡلِنَا ﴿ "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga)." Komentar ini senada dengan lontaran orang-orang sebelum mereka, persis benar. Hati-hati mereka saling menyerupai dalam kekufuran, hingga omongan dan ulah mereka pun mengalami kemiripan. Mereka mengingkari anugerah Allah yang tercurahkan pada mereka berdua berupa risalah (menjadi seorang rasul). ﴾ وَقَوۡمُهُمَا ﴿ "Padahal kaum mereka berdua," yaitu Bani Israil ﴾ لَنَا عَٰبِدُونَ ﴿ "adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita," diperbudak dengan kerja-kerja dan kesibukan yang berat. Seperti yang difirmankan oleh Allah تعالى,
﴾ وَإِذۡ نَجَّيۡنَٰكُم مِّنۡ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ يَسُومُونَكُمۡ سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبۡنَآءَكُمۡ وَيَسۡتَحۡيُونَ نِسَآءَكُمۡۚ وَفِي ذَٰلِكُم بَلَآءٞ مِّن رَّبِّكُمۡ عَظِيمٞ 49 ﴿
"Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkanmu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya, mereka menimpakan kepadamu siksaan yang se-berat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Rabbmu." (Al-Baqarah: 49).
Bagaimana mungkin kami menjadi pengikut (mereka), pada-hal sebelumnya kami adalah pemimpin yang diikuti. Bagaimana mereka bisa menjadi orang yang memimpin kami? Perkataan me-reka serupa dengan ucapan kaum nabi Nuh,
﴾ أَنُؤۡمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلۡأَرۡذَلُونَ 111 ﴿
"Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?" (Asy-Syu'ara: 111).
﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿
"Dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya." (Hud: 27).
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di