Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Luqman : Ayat 26

"Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, 'Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?' Tentu mereka akan menjawab, 'Allah.' Katakanlah, 'Segala puji bagi Allah,' tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan ke-padanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan ha-nyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (Luq-man: 25-27).
Tafsir As-Sa'di
(26) Kemudian Allah menyebutkan di dalam dua ayat be-rikut ini satu contoh dari kemahaluasan sifat-sifatNya, untuk me-nyeru hamba-hambaNya agar mengenalNya, mencintaiNya dan memurnikan kepatuhan hanya kepadaNya. Di sini Dia menying-gung universalitas kerajaanNya, dan bahwa semua yang ada di langit dan bumi (yang semua ini meliputi seluruh alam atas dan alam bawah) adalah milikNya, Dia berbuat terhadap mereka ber-dasarkan hukum-hukum (aturan-aturan) kerajaanNya yang bersifat taqdiri (ketetapan) dan hukum-hukumNya yang bersifat perintah serta hukum-hukumnya yang bersifat balasan. Jadi semua mereka adalah hamba dan budak yang dikendalikan dan ditundukkan, mereka sama sekali tidak memiliki kepemilikan (kerajaan) apa pun, dan bahwa Dia Mahaluas kekayaanNya, maka Dia sama sekali tidak membutuhkan kepada apa-apa yang dibutuhkan seseorang dari makhlukNya,
﴾ مَآ أُرِيدُ مِنۡهُم مِّن رِّزۡقٖ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطۡعِمُونِ 57 ﴿
"Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan." (Adz-Dzariyat: 57).
Dan sesungguhnya amal perbuatan para nabi, para shiddiqin, para syuhada dan orang-orang yang shalih, sama sekali tidak mendatangkan kemanfaatan bagi Allah. Sesungguhnya ia hanya berguna bagi para pelakunya, sedangkan Allah Mahakaya dari me-reka dan dari amal perbuatan mereka. Dan di antara kekayaanNya adalah, Allah menjadikan mereka kaya dan berkecukupan di dunia dan akhirat mereka.
Kemudian Allah memberitakan tentang betapa luasnya keter-pujianNya, dan bahwa keterpujianNya merupakan keharusan DzatNya. Maka tidaklah Dia melainkan Maha Terpuji dari segala sisi, Dia Maha Terpuji pada DzatNya dan Maha Terpuji dalam sifat-sifatNya. Setiap sifat dari sifat-sifatNya berhak mendapatkan pujian yang tersempurna dan paling paripurna, sebab ia merupa-kan sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan; dan seluruh yang di-lakukanNya dan apa yang diciptakanNya pasti terpuji; dan semua yang diperintahkan dan yang dilarangNya, pasti terpuji; dan seluruh yang Dia putuskan terhadap hamba-hambaNya dan (keputusan) di antara hamba-hambaNya di dunia dan akhirat pasti terpuji.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di