Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Sad : Ayat 25
"Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar di mihrab? Ketika me-reka masuk kepada Dawud lalu ia terkejut karena mereka. Mereka berkata, 'Janganlah kamu merasa takut; kami adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zhalim ke-pada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan haq (adil) dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjuki-lah kami ke jalan yang lurus. Sesungguhnya saudaraku ini mem-punyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mem-punyai seekor saja. Maka ia berkata, 'Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan.' Dawud berkata, 'Sesungguhnya dia telah berbuat zhalim kepadapmu de-ngan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kam-bingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zhalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih; dan amat sedikitlah mereka ini.' Dan Dawud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Rabbnya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mem-punyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik. Hai Dawud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah di muka bumi, maka berilah keputusan di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan." (Shad: 21-26).
Tafsir As-Sa'di
(25) ﴾ فَغَفَرۡنَا لَهُۥ ذَٰلِكَۖ ﴿ "Maka Kami ampuni baginya kesalahannya" yang terjadi darinya dan Allah memuliakannya dengan berbagai macam karamah.
Allah berfirman, ﴾ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلۡفَىٰ ﴿ "Dan sesungguhnya dia mem-punyai kedudukan dekat pada sisi Kami." Maksudnya, kedudukan tinggi dan kedekatan kepada Kami, ﴾ وَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ﴿ "dan tempat kembali yang baik," yakni tempat berpulang yang baik. Dosa yang terjadi dari Nabi Dawud عليه السلام ini tidak dijelaskan oleh Allah, karena tidak ada faidahnya kalau dijelaskan. Siapa pun yang mencoba mem-bahasnya maka itu merupakan sikap memaksakan diri. Sedangkan yang mengandung faidah adalah apa yang telah Allah kisahkan kepada kita, yaitu kelembutan Allah padanya, menerima taubat dan inabahnya, dan kedudukannya yang makin tinggi. Dan setelah Nabi Dawud bertaubat, kedudukannya lebih baik dari sebelumnya.
Allah berfirman, ﴾ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلۡفَىٰ ﴿ "Dan sesungguhnya dia mem-punyai kedudukan dekat pada sisi Kami." Maksudnya, kedudukan tinggi dan kedekatan kepada Kami, ﴾ وَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ﴿ "dan tempat kembali yang baik," yakni tempat berpulang yang baik. Dosa yang terjadi dari Nabi Dawud عليه السلام ini tidak dijelaskan oleh Allah, karena tidak ada faidahnya kalau dijelaskan. Siapa pun yang mencoba mem-bahasnya maka itu merupakan sikap memaksakan diri. Sedangkan yang mengandung faidah adalah apa yang telah Allah kisahkan kepada kita, yaitu kelembutan Allah padanya, menerima taubat dan inabahnya, dan kedudukannya yang makin tinggi. Dan setelah Nabi Dawud bertaubat, kedudukannya lebih baik dari sebelumnya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di