Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Sad : Ayat 7
"Shad, demi al-Qur`an yang mempunyai keagungan. Sebenar-nya orang-orang kafir itu dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit. Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri. Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan dari ka-langan mereka; dan orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta.' Mengapa ia menjadikan sesem-bahan-sesembahan itu sesembahan Yang Satu saja. Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka, 'Pergilah kamu dan bersabarlah terhadap sembahan-sembahanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini tidak lain hanyalah pengada-adaan belaka. Mengapa al-Qur`an itu diturunkan kepadanya di antara kita.' Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap al-Qur`anKu, dan sebenarnya mereka belum merasakan azabKu. Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Rabbmu Yang Mahaperkasa lagi Maha Pemberi. Atau apakah mereka memiliki kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? Maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga. Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan." (Shad: 1-11).
Tafsir As-Sa'di
(7) ﴾ مَا سَمِعۡنَا بِهَٰذَا ﴿ "Kami tidak pernah mendengar hal ini," artinya paham yang dikatakannya dan agama yang diserukannya ﴾ فِي ٱلۡمِلَّةِ ٱلۡأٓخِرَةِ ﴿ "dalam agama yang terakhir," maksudnya, pada masa terakhir, kita tidak menjumpainya sebagai anutan bapak-bapak kita, dan tidak pula bapak-bapak kita menjumpainya dari nenek moyang mereka. Maka teruslah kalian berpegang kepada apa yang dianut oleh bapak-bapak kalian, sebab itulah yang haq. Sedangkan apa yang diserukan oleh Muhammad itu hanyalah perbuatan mengada-ada yang dilakukannya dan kedustaan yang direkayasanya!
Ini juga satu syubhat (kerancuan) dan sejenis dengan syubhat mereka yang pertama, di mana mereka menolak kebenaran dengan sesuatu yang bukan argumen untuk menolak pendapat yang sangat sederhana, yaitu pendapat yang berlawanan dengan paham yang dianut oleh bapak-bapak mereka yang sesat. Di mana yang bisa menunjukkan kepalsuannya?!
Ini juga satu syubhat (kerancuan) dan sejenis dengan syubhat mereka yang pertama, di mana mereka menolak kebenaran dengan sesuatu yang bukan argumen untuk menolak pendapat yang sangat sederhana, yaitu pendapat yang berlawanan dengan paham yang dianut oleh bapak-bapak mereka yang sesat. Di mana yang bisa menunjukkan kepalsuannya?!
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di