Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Sad : Ayat 8
"Shad, demi al-Qur`an yang mempunyai keagungan. Sebenar-nya orang-orang kafir itu dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit. Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri. Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan dari ka-langan mereka; dan orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta.' Mengapa ia menjadikan sesem-bahan-sesembahan itu sesembahan Yang Satu saja. Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka, 'Pergilah kamu dan bersabarlah terhadap sembahan-sembahanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini tidak lain hanyalah pengada-adaan belaka. Mengapa al-Qur`an itu diturunkan kepadanya di antara kita.' Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap al-Qur`anKu, dan sebenarnya mereka belum merasakan azabKu. Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Rabbmu Yang Mahaperkasa lagi Maha Pemberi. Atau apakah mereka memiliki kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? Maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga. Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan." (Shad: 1-11).
Tafsir As-Sa'di
(8) ﴾ أَءُنزِلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ مِنۢ بَيۡنِنَاۚ ﴿ "Mengapa al-Qur`an itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Maksudnya, apa yang telah membuatnya lebih utama daripada kita sehingga al-Qur`an diturunkan kepada-nya, bukan kepada kita dan ia diistimewakan oleh Allah dengan-nya?! Ini juga adalah syubhat mereka. Mana dalil yang terdapat di dalam syubhat ini yang membuktikan penolakan terhadap apa yang ia katakan? Tidakkah semua rasul itu melainkan demikian adanya?! Allah mengaruniakan kerasulan kepada mereka dan me-merintah mereka mengajak manusia kepadaNya. Maka dari itu, tatkala perkataan-perkataan yang bersumber dari mereka tersebut tidak pantas sedikitpun (untuk dijadikan argumen) untuk menolak apa yang dibawa oleh Rasul, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahu dari mana perkataan-perkataan seperti itu bersumber, dan sesungguhnya mereka ﴾ فِي شَكّٖ مِّن ذِكۡرِيۚ ﴿ "berada dalam keragu-raguan terhadap al-Qur`an-Ku." Mereka sama sekali tidak mempunyai ilmu pengetahuan dan tidak pula bukti. Tatkala mereka sudah terjerumus dalam lembah keraguan dan puas dengannya, sedangkan kebenaran yang nyata telah datang kepada mereka, dan mereka pun sudah berbulat hati untuk terus berada dalam keraguan, maka mereka mengatakan perkataan-perkataan tersebut untuk menolak kebenaran, tanpa satu bukti pun dari mereka, melainkan hanya bersumber dari kedusta-an yang mereka lakukan. Sudah dimaklumi bahwasanya siapa saja yang berkarakter seperti itu, berbicara berdasarkan keraguan dan sikap keras kepala, maka perkataannya tidak bisa diterima, dan tak seorang pun yang dapat mencemarkan kebenaran; dan sesungguhnya orang yang seperti itu keadaannya mendapat celaan dan cacian akibat perkataannya.
Maka dari itu Allah mengancam mereka dengan azab, seraya berfirman, ﴾ بَل لَّمَّا يَذُوقُواْ عَذَابِ ﴿ "Dan sebenarnya mereka belum merasakan azabKu." Maksudnya, mereka telah mengatakan perkataan-per-kataan tersebut dan telah lancang melakukannya, di mana mereka bersenang-senang di dunia, tidak ditimpa azab Allah sedikitpun. Kalau saja mereka merasakan azabNya, tentu mereka tidak akan berani berbuat lancang seperti itu.
Maka dari itu Allah mengancam mereka dengan azab, seraya berfirman, ﴾ بَل لَّمَّا يَذُوقُواْ عَذَابِ ﴿ "Dan sebenarnya mereka belum merasakan azabKu." Maksudnya, mereka telah mengatakan perkataan-per-kataan tersebut dan telah lancang melakukannya, di mana mereka bersenang-senang di dunia, tidak ditimpa azab Allah sedikitpun. Kalau saja mereka merasakan azabNya, tentu mereka tidak akan berani berbuat lancang seperti itu.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di