Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Ma'ida : Ayat 23

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikanNya kamu orang-orang mer-deka, dan diberikanNya kepadamu apa yang belum pernah diberi-kanNya kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain. Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentu-kan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.' Mereka berkata, 'Hai Musa, sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar darinya, pasti kami akan memasukinya.' Berkata-lah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya, 'Serbulah mereka me-lalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya, niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.' Mereka berkata, 'Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan mema-sukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu, dan berperanglah kamu ber-dua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.' Musa berkata, 'Ya Rabbku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.' Allah berfirman, '(Jika demikian), maka se-sungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu'." (Al-Ma`idah: 20-26).
Tafsir As-Sa'di
(23) ﴾ قَالَ رَجُلَانِ مِنَ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ ﴿ "Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut" kepada Allah. Keduanya mendorong kaum-nya, membangkitkan mereka untuk melawan musuh mereka, dan merebut negeri mereka, ﴾ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمَا ﴿ "yang Allah telah memberi nikmat kepada keduanya," dengan taufik dan kalimatul haq dalam kondisi yang mana ucapan seperti itu sangat dibutuhkan dan Allah memberi nikmat kepada mereka dalam bentuk kesabaran dan ke-yakinan; (kata mereka berdua) , ﴾ ٱدۡخُلُواْ عَلَيۡهِمُ ٱلۡبَابَ فَإِذَا دَخَلۡتُمُوهُ فَإِنَّكُمۡ غَٰلِبُونَۚ ﴿ "Serbulah mereka dengan memasuki gerbang kota, bila kamu memasuki-nya, maka kamu akan menang," maksudnya, antara dirimu dengan kemenangan atas mereka hanyalah keberanianmu atas mereka dengan menyerbu melalui pintu gerbang, jika kamu menyerbu mereka, maka mereka akan dikalahkan. Kemudian keduanya me-minta kaumnya menyiapkan persiapan yang paling kuat, keduanya berkata, ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar orang yang beriman." Karena tawakal kepada Allah khususnya dalam kondisi seperti ini, me-mudahkan perkara dan memberi kemenangan atas musuh. Ini menunjukkan kewajiban tawakal, dan tawakalnya seorang hamba tergantung kepada imannya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di