Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-An'am : Ayat 102
"Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka bohong (dengan mengatakan), 'Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan,' tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah, Tuhan kamu, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Pen-cipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia, dan Dia adalah Peme-lihara segala sesuatu, Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dia-lah Yang Mahahalus lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang, maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri, dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemu-daratannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu)." (Al-An'am: 100-104).
Tafsir As-Sa'di
(102) Dzat yang menciptakan apa yang diciptakan dan menentukan apa yang ditentukan, ﴾ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡۖ ﴿ "Dia-lah Allah, Tuhan-mu," maksudnya, Dzat yang dipertuhankan dan disembah, yang berhak mendapatkan ketundukan dan kecintaan sempurna. Tuhan yang mengurusi seluruh makhluk dengan melimpahkan nikmat-nikmatNya dan menolak seluruh kesulitan dari mereka. Dia adalah Pencipta segala sesuatu yang tidak ada tuhan yang berhak disem-bah kecuali Dia. ﴾ فَٱعۡبُدُوهُۚ ﴿ "Maka sembahlah Dia." Maksudnya, jika telah terbukti dengan meyakinkan bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, maka berikan kepadaNya seluruh bentuk ibadah, ikhlaskanlah ia untukNya, dan maksudkanlah untuk wajah-Nya, karena inilah maksud dari penciptaan manusia,
﴾ وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ 56 ﴿
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (Adz-Dzariyat: 56).
﴾ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ وَكِيلٞ ﴿ "Dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu." Maksudnya, segala sesuatu berada di bawah pemeliharaan dan pengawasan Allah, baik dari segi penciptaan, penataan, dan peng-aturan. Sudah diketahui bahwa perkara yang diatur, kesempurnaan-nya, kelengkapan dan keserasiannya tergantung kepada keadaan pemeliharanya, dan pemeliharaan Allah terhadap segala sesuatu tidak seperti pemeliharaan makhluk, karena pemeliharaan makh-luk adalah pemeliharaan yang bersifat penggantian, dan pelaksana hanya menginduk kepada pemberi hak pemeliharaan tersebut. Lain halnya dengan Allah Yang Maha Pencipta, pemeliharaanNya ada-lah berasal dari DiriNya sendiri untuk DiriNya, yang mencakup kesempurnaan ilmu, kebaikan pengurusan dan adil. Maka tidak seorang pun yang mungkin bisa mengkritik Allah dan tidak mung-kin melihat ada kekurangan tidak juga kelemahan pada makhluk ciptaanNya dan tidak pula ketimpangan dan cacat pada pengatur-anNya. Di antara pemeliharaan Allah adalah bahwa Dia menjelas-kan agamaNya dan menjaganya dari perkara-perkara yang bisa menghapus dan merubahnya, dan bahwa Dia-lah yang menjaga orang-orang Mukmin dan memelihara mereka dari perkara-perkara yang merusak iman dan akidahnya.
﴾ وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ 56 ﴿
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (Adz-Dzariyat: 56).
﴾ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ وَكِيلٞ ﴿ "Dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu." Maksudnya, segala sesuatu berada di bawah pemeliharaan dan pengawasan Allah, baik dari segi penciptaan, penataan, dan peng-aturan. Sudah diketahui bahwa perkara yang diatur, kesempurnaan-nya, kelengkapan dan keserasiannya tergantung kepada keadaan pemeliharanya, dan pemeliharaan Allah terhadap segala sesuatu tidak seperti pemeliharaan makhluk, karena pemeliharaan makh-luk adalah pemeliharaan yang bersifat penggantian, dan pelaksana hanya menginduk kepada pemberi hak pemeliharaan tersebut. Lain halnya dengan Allah Yang Maha Pencipta, pemeliharaanNya ada-lah berasal dari DiriNya sendiri untuk DiriNya, yang mencakup kesempurnaan ilmu, kebaikan pengurusan dan adil. Maka tidak seorang pun yang mungkin bisa mengkritik Allah dan tidak mung-kin melihat ada kekurangan tidak juga kelemahan pada makhluk ciptaanNya dan tidak pula ketimpangan dan cacat pada pengatur-anNya. Di antara pemeliharaan Allah adalah bahwa Dia menjelas-kan agamaNya dan menjaganya dari perkara-perkara yang bisa menghapus dan merubahnya, dan bahwa Dia-lah yang menjaga orang-orang Mukmin dan memelihara mereka dari perkara-perkara yang merusak iman dan akidahnya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di