Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

At-Tahrim : Ayat 1

"Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sungguh Allah telah mewajibkan kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah), dan Allah memberitahukan hal itu (semua pem-bicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembica-raan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya, 'Siapa-kah yang memberitahukan hal ini kepadamu?' Nabi menjawab, 'Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.' Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk mene-rima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusah-kan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang Mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat lain adalah penolongnya pula. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Rabbnya akan memberi ganti kepa-danya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan." (At-Tahrim: 1-5).
Tafsir As-Sa'di
(1) Ini merupakan teguran Allah سبحانه وتعالى untuk Nabi Muhammad a ketika mengharamkan Mariyah atau meminum madu atas diri-nya demi menjaga perasaan sebagian istrinya dalam kisah yang masyhur.[122] Kemudian Allah سبحانه وتعالى menurunkan ayat-ayat ini. ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ ﴿ "Hai Nabi," maksudnya, wahai Nabi yang diberi karunia oleh Allah سبحانه وتعالى berupa kenabian, kerasulan, dan wahyu, ﴾ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكَۖ ﴿ "me-ngapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu." Yakni, mengapa engkau mengharamkan kebaikan-kebaikan yang diberi-kan Allah سبحانه وتعالى padamu dan umatmu. ﴾ تَبۡتَغِي ﴿ "Kamu mencari," dengan pengharaman itu ﴾ مَرۡضَاتَ أَزۡوَٰجِكَۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "kesenangan hati istri-istrimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Ini adalah pene-gasan bahwa Allah سبحانه وتعالى mengampuni RasulNya, menghapus teguran, dan menyayangi beliau.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di