Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
At-Tahrim : Ayat 3
"Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sungguh Allah telah mewajibkan kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah), dan Allah memberitahukan hal itu (semua pem-bicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembica-raan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya, 'Siapa-kah yang memberitahukan hal ini kepadamu?' Nabi menjawab, 'Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.' Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk mene-rima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusah-kan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang Mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat lain adalah penolongnya pula. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Rabbnya akan memberi ganti kepa-danya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan." (At-Tahrim: 1-5).
Tafsir As-Sa'di
(3) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِذۡ أَسَرَّ ٱلنَّبِيُّ إِلَىٰ بَعۡضِ أَزۡوَٰجِهِۦ حَدِيثٗا ﴿ "Dan ingat-lah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya suatu peristiwa." Kebanyakan ahli tafsir menyatakan bahwa istri yang dimaksud adalah Hafshah, Ummul Mukminin i. Rasulullah a membisikkan suatu rahasia padanya dan diperintah-kan agar tidak diberitahukan pada siapa pun. Ternyata Hafshah menceritakan rahasia itu kepada Aisyah i dan Allah سبحانه وتعالى memberi-tahukan hal itu kepada Rasulullah a. Kemudian Rasulullah a memberitahukan pada Hafshah sebagian yang dikatakannya dan menyembunyikan sebagian lainnya, karena sifat mulia dan kesa-baran Rasulullah a. Hafshah bertanya, ﴾ مَنۡ أَنۢبَأَكَ هَٰذَاۖ ﴿ "Siapakah yang memberitahukan hal ini kepadamu," yakni kabar yang tidak kami sebarkan itu? ﴾ قَالَ نَبَّأَنِيَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡخَبِيرُ ﴿ "Nabi menjawab, 'Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal'." Yang tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya. Dia mengetahui yang rahasia dan yang samar.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di