Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
An-Naziat : Ayat 10
Tafsir As-Sa'di
"Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, dan demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut, dan demi (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, dan demi (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang, dan demi (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia). (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut, pandangannya tunduk. (Orang-orang kafir) ber-kata, 'Apakah kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?' Mereka berkata, 'Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.' Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permuka-an bumi." (An-Nazi'at: 1-14).
(10-14) ﴾ يَقُولُونَ ﴿ "(Orang-orang kafir) berkata," di dunia seraya mendustakan, ﴾ أَءِنَّا لَمَرۡدُودُونَ فِي ٱلۡحَافِرَةِ 10 أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمٗا نَّخِرَةٗ 11 ﴿ "Apakah kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?" Artinya, mereka menganggap mustahil bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membangkitkan mereka dan mengembalikan mereka setelah mereka menjadi tulang belulang karena ketidaktahuan mereka akan kuasa Allah سبحانه وتعالى dan karena sikap sembrono mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam menjelaskan mudahnya hal itu, ﴾ فَإِنَّمَا هِيَ زَجۡرَةٞ وَٰحِدَةٞ ﴿ "Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja," yakni, ditiupnya sangkakala, maka tiba-tiba semua manusia ﴾ بِٱلسَّاهِرَةِ ﴿ "hidup kembali di permukaan bumi," yakni berada di atas permukaan bumi seraya berdiri menatap, kemudian Allah سبحانه وتعالى me-ngumpulkan mereka semua dan memutuskan perkara di antara mereka dengan hukumNya yang Mahaadil lalu memberi mereka balasan.
(10-14) ﴾ يَقُولُونَ ﴿ "(Orang-orang kafir) berkata," di dunia seraya mendustakan, ﴾ أَءِنَّا لَمَرۡدُودُونَ فِي ٱلۡحَافِرَةِ 10 أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمٗا نَّخِرَةٗ 11 ﴿ "Apakah kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?" Artinya, mereka menganggap mustahil bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membangkitkan mereka dan mengembalikan mereka setelah mereka menjadi tulang belulang karena ketidaktahuan mereka akan kuasa Allah سبحانه وتعالى dan karena sikap sembrono mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam menjelaskan mudahnya hal itu, ﴾ فَإِنَّمَا هِيَ زَجۡرَةٞ وَٰحِدَةٞ ﴿ "Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja," yakni, ditiupnya sangkakala, maka tiba-tiba semua manusia ﴾ بِٱلسَّاهِرَةِ ﴿ "hidup kembali di permukaan bumi," yakni berada di atas permukaan bumi seraya berdiri menatap, kemudian Allah سبحانه وتعالى me-ngumpulkan mereka semua dan memutuskan perkara di antara mereka dengan hukumNya yang Mahaadil lalu memberi mereka balasan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di