Komunitas Muslim

Yang Jauh Begitu Rindu, Yang Dekat Justru Lalai

Kita sering kali baru menyadari betapa berharga dan berartinya sebuah nikmat setelah nikmat itu hilang dari diri kita.

Pernah suatu ketika kami menghadiri majelis ilmu rutin di sebuah daerah pelosok. MasyaAllah, semangat ikhwah di sana untuk menghadiri majelis ilmu begitu luar biasa.

Bahkan mereka datang menggunakan Bus Sago kepala kapsul, satu bus penuh, hanya untuk menghadiri kajian rutin.

Bukan tabligh akbar, Bukan kajian ustadz terkenal, Hanya majelis ilmu rutin.

Namun mereka tetap bersemangat untuk datang.

Sementara kita yang tinggal di daerah yang begitu mudah menemukan majelis ilmu, masjid yang dekat, ustadz yang mengisi kajian, dan jadwal kajian yang rutin, terkadang justru merasa berat untuk melangkahkan kaki.

Di sana, mungkin mereka harus menempuh perjalanan yang jauh untuk mendapatkan ilmu.

Sedangkan kita, terkadang hanya perlu berjalan beberapa menit, tetapi masih saja mencari alasan untuk tidak hadir.

Jika ingin mengetahui betapa besarnya nikmat duduk di taman-taman surga, di rumah Allah, dan menghadiri majelis ilmu, tanyakanlah kepada saudara-saudara kita yang berada di daerah yang sangat jarang memiliki kesempatan seperti itu.

Bisa jadi, apa yang kita anggap biasa hari ini adalah sesuatu yang sangat mereka rindukan.

Maka jangan sampai kita baru menyadari besarnya sebuah nikmat setelah Allah mencabutnya dari kita.

Karena bisa jadi, bencana yang lebih besar daripada bencana galodo adalah ketika Allah menjadikan hati kita berat dan diri kita malas menghadiri majelis ilmu, sementara di tempat lain ada saudara kita yang begitu merindukan satu majelis, tetapi tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkannya.

Selama Allah masih memberikan kita kesempatan, jangan sia-siakan nikmat itu. Datangilah majelis ilmu, sebelum suatu hari kesempatan itu tidak lagi kita miliki.